Arsjad Rasjid - Anindya Bakrie sepakat hanya ada satu Kadin
Konflik dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dinyatakan usai. Ketua Umum hasil Munas VIII di Kendari pada 2021, Arsjad Rasjid, mengatakan dirinya dan Anindya Bakrie, ketua Umum Kadin hasil Munaslub 14 September 2024, telah mencapai solusi.

Elshinta.com - Konflik dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dinyatakan usai. Ketua Umum hasil Munas VIII di Kendari pada 2021, Arsjad Rasjid, mengatakan dirinya dan Anindya Bakrie, ketua Umum Kadin hasil Munaslub 14 September 2024, telah mencapai solusi.
"Kini kami telah memperoleh solusi solusi yang tegak lurus aturan solusi yang diambil dalam diskusi yang sangat hangat," ujar Rasjid dalam keterangannya, Sabtu (28/9/2024)
Kesepakatan bertujuan untuk mempertahankan integritas organisasi dan memastikan keberlanjutan Kadin Indonesia dalam pertemuan keduanya bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Jumat (27/9/2024).
"Saya bersama Mas Anin bertemu dengan Bapak Bahlil. Kami duduk bersama saling mendengarkan dan berdiskusi,” katanya.
Selanjutnya, Arsjad menambahkan, Kadin Indonesia baik di pusat maupun daerah akan fokus sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif berkelanjutan dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Kami percaya pemerintah, pelaku usaha, buruh dan profesional dengan bergotong-royong mampu menghadapi tantangan ekonomi mendatang untuk satu Kadin, satu Indonesia dan satu masa depan yang lebih baik," tandasnya.
Sebelumnya, konflik dualisme pengurusan di Kadin terungkap karena Munaslub yang digelar pada Sabtu, 14 September 2024.
Pada Munaslub itu, Anindya bakrie ditunjuk sebagai Ketua Umum periode 2024-2029 menggantikan Arsjad yang sebelumnya terpilih sebagai Ketua Umum pada Munas VIII di Kendari pada 2021.
Kubu Arsjad menuding Munaslub 14 September 2024 ilegal karena menyalahi AD/ART. Sedangkan, kubu Anindya mengklaim Munaslub itu sah karena permintaan para ketua umum Kadin Daerah. (Rap/Ter)