Beasiswa KIP Kuliah 2024, bantu biaya perkuliahan plus uang saku bulanan
Mendapat beasiswa, plus uang saku senilai 1,1 juta rupiah per bulan, bagi mahasiswa yang mendapat KIP Kuliah Skema 1 dan beasiswa tanpa uang saku untuk skema 2, disambut antusias mahasiswa karena dapat mengurangi beban biaya saat menempuh pendidikan di tingkat perguruan tinggi di seluruh tanah air.

Elshinta.com - Mendapat beasiswa, plus uang saku senilai 1,1 juta rupiah per bulan, bagi mahasiswa yang mendapat KIP Kuliah Skema 1 dan beasiswa tanpa uang saku untuk skema 2, disambut antusias mahasiswa karena dapat mengurangi beban biaya saat menempuh pendidikan di tingkat perguruan tinggi di seluruh tanah air.
Antusias mahasiswa seperti yang terjadi di Kampus Politeknik Mardira Indoensia, Kabupaten Majalengka Jawa Barat, dimana sekitar 50 mahasiswa baru di kampus ini untuk yang pertama siap mendapat beasiswa KIP kuliah 2024.
Kendati hanya bagi 50 mahasiswa baru, YPMI selaku yayasan yang menaungi Politeknik Mardira Indonesia tetap akan memberi beasiswa lain kepada mahasiswa yang tidak terseleksi KIP kuliah 2024 salah satunya mendapat beasiswa dari yayasan.
Demikian seperti dijelaskan ketua yayasan Pembina Mardira Indonesia (YPMI) H. Yomanius Untung, S.Pd, saat menghadiri pembukaan PKKMB (pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru), Jumat (27/9).
"Kita sudah menerima mahasiswa dua angkatan, angkatan 2023 dan angkatan 2024, angkatan 2024 adalah angkatan pertama yang bisa menerima program KIP kuliah kalau di angkatan pertama tidak bisa karena ada ketentuan dari LLDikti, nah baru angkatan pertama sekarang karena sudah memungkinkan bekerja sama untuk menyalurkan KIP kuliah, dan ditahap pertama kita memiliki kesempatan sekitar 50 program KIP kuliah di politeknik mardira Indonesia ini," papar Yomanius Untung.
Ditahun yang sama kata dia, yakni tahun 2024 ini mahasiswa baru juga akan lebih mudah saat melakukan praktek dengan tiga Laboratorium baru yang menurut H. Untung adalah Lab yang memiliki keunggulan dibanding sejumlah perguruan tinggi lain.
"Tahun ini kita menyiapkan tiga lab baru dengan Spec yang unggul inshaa Allah, satu dua bulan ini akan beres semuanya, bisa kita lihat di lantai tiga, semua lab kita siapkan. Kita punya 3 lab. Masing-masing untuk 3 prodi jadi tidak ada lagi prodi yang ngantri nunggu untuk gantian, tinggal penjadwalan saja, mudah mudahan bisa memberikan kepada mahasiswa untuk memanfaatkan lab itu dengan kapasitas dia," tandasnya.
"Kita punya harapan bahwa generasi muda bisa memanfaatkan fasilitas yang kita siapkan semata-mata untuk meningkatkan kualitas SDM nya, generasi muda di Majalengka anak anak kita yang baru lulus, karena persaingan di dunia kerja itu, suka tidak suka akan semakin ketat kalau kita tidak siapkan dari awal ya kita hanya akan jadi penonton," pungkasnya.
Sementara Direktur Politeknik Mardira Indoensia Enang Rusnandi, ST, M.Kom, juga menyampaikan hal yang senada di depan puluhan mahasiswa baru selain tentang beasiswa KIP kuliah juga tentang kepedulian yayasan untuk segera membangun tiga Lab dengan Kualitas yang unggul.
"Insya Allah tahun ini kita akan mendapat tambahan fasilitas laboratorium komputer dari YPMI, Lab. Untuk multimedia, rekayasa perangkat lunak, dan untuk mahasiswa bisnis digital, " ujar Enang disambut aplaus peserta PKKMB.
Sedangkan terkait kegiatan PKKMB yang digelar selama tiga hari dari 27 - 29 September 2024, Enang menyebut pentingnya PKKMB bagi mahasiswa baru di kampusnya.
"Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) bertujuan mengenalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan untuk meningkatkan rasa persatuan, kesatuan bangsa, cinta tanah air serta untuk melatih daya adaptasi mahasiswa baru dengan lingkungan kampus Politeknik Mardira Indonesia," kata dia seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Selasa (1/10).
"Kegiatan PKKMB juga membantu mahasiswa baru merubah paradigma dari belajar di di SMA/SMK/MA menjadi paradigma kuliah untuk belajar. Belajar bagaimana bisa berkarya atau bekerja di berbagai bidang sesuai dengan prodi masing-masing, bermanfaat dan berkontribusi bagi masyarakat, bukan hanya sekedar kuliah untuk bisa bekerja," tandasnya.