Top
Begin typing your search above and press return to search.

Dinkes Kabupaten Jayapura temukan 1,5 persen balita alami gizi buruk

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura  pada tahun 2024 menemukan 1,5 persen anak balita mengalami gizi buruk di daerah ini, dengan penderita yang tersebar di beberapa Distrik. 

Dinkes Kabupaten Jayapura temukan 1,5 persen balita alami gizi buruk
X
Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com.

Elshinta.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura pada tahun 2024 menemukan 1,5 persen anak balita mengalami gizi buruk di daerah ini, dengan penderita yang tersebar di beberapa Distrik.

“Kasus gizi buruk ini menyuplai angka stunting baru di Kabupaten Jayapura. Masalah gizi buruk ini kita akan perbaiki mulai dari siklus ibu hamil yang kurang energik kronik 18,7 persen ini bisa kita tekan agar tidak melahirkan anak gizi buruk,”ujar Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, Senin (30/9/2024).

Balita gizi buruk di kabupaten ini, kata Edward, ada ditemukan di beberapa Distrik yakni Distrik Airu, Nimboran, Yokari , dan beberapa Distrik lainnya.

“Balita gizi buruk yang kita tangani sekarang rata-rata sudah mengalami peningkatan badan, tetapi tidak bisa maksimal dalam waktu dekat sehingga kemungkinan masuk dalam kasus Stunting. Penyebab gizi buruk karena ibu hamil kurang energik kronik sehingga anak lahir gizi tidak maksimal,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan, Selasa (1/10).

Edward mengungkapkan, polah asuh juga menjadi salah satu penyebab terjadinya gizi buruk dan tidak diintervensi dengan cepat sehingga jatuh ke dalam kasus gizi buruk. Selain itu, akses Dinas Kesehatan terbatas kepada masyarakat atau balitanya.

Kemudian Posyandu tidak digunakan dengan maksimal oleh masyarakat. “Rata-rata masyarakat datang ke Posyandu ketika anak-anaknya
sakit. Pada saat sehat tidak datang ke Posyandu,” paparnya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berupaya menangani kasus balita gizi buruk dengan memberikan makanan tambahan kepada masyarakat yang balitanya mengalami sakit. Bahkan, memberikan sosialisasi pada ibu-ibu setiap datang berobat maupun ke Posyandu membawa balitanya agar terhindar dari gizi buruk.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire