Angka stunting di Kota Tangsel turun dari 19,9 persen jadi 9,2 persen
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui dinas kesehatan, melakukan berbagai cara dalam menekan dan mengurangi angka stunting.

Elshinta.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui dinas kesehatan, melakukan berbagai cara dalam menekan dan mengurangi angka stunting.
Cara yang dilakukan dilakukan yaitu mulai dari intervensi spesifik dan sentitif dan langkah preventif dengan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk ibu hamil yang masif
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, penurunan angka stunting harus terus dilakukan hingga mencapai zero kasus.
“Cara yang telah kami lakukan berhasil membawa angka stunting di Tangsel hingga bisa turun drastis, awalnya angka stunting di Tangsel sempat menyentuh 19,9 persen dan sekarang turun menjadi 9,2 persen,” jelas Allin lewat keterangan tertulisnya, Selasa (1/10).
Selanjutnya Allin menjelaskan, untuk menuju wilayah yang bebas stunting, kolaborasi berbagai lintas sektor harus terus diupayakan dan diperkuat. Ia mencontohkan, dengan kunjungan rumah oleh tim Ngider Sehat, pelaksanaan pos gizi di seluruh kelurahan, hingga pemberian makanan tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil.
Lebih lanjut Allin menerangkan, soal PMT lokal terhitung pada bulan Agustus, telah diberikan ke 1.024 balita (72,01%) naik berat badan, 585 balita perbaikan status gizi atau sebesar (41,14%).
Tak hanya itu, langkah-langkah lainnya dalam menekan angka stunting, seperti rujukan balita stunting, wasting dan weight feltering ke rumah sakit rujukan.
“Juga mengedukasi masyarakat terkait 1.000 hari pertama kehidupan untuk pencegahan terjadinya stunting,” terangnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Cecep Supriatna.
Allin juga mengatakan,bahwa dinas kesehatan telah memberikan pelatihan skrining deteksi intervensi dini tumbuh kembang dan pemberian makan balita dan anak pra sekolah bagi tenaga kesehatan, kader dan guru sekolah, skrining anemia juga dilakukan untuk remaja putri.
"Kita berikan juga tablet tambah darah bagi remaja putri dan calon pengantin, kemudian rujukan remaja putri anemia ke rumah sakit," terangnya.
Selain itu, Allin bilang, upaya lainnya dengan membentuk kader remaja DoReMiFaSolLaSiDo (Duta Rema Anti Anemia, Fahami Sobat Langkah Awal Sehat Dari Diri Sendiri) sebagai agen penggerak dalam kegiatan aksi bergizi di sekolah dengan mengkampanyekan minum tablet tambah darah.
"Pembentukan tim asuhan gizi di Puskesmas dan rumah sakit dipenuhi pula alat antropomentri di Posyandu," ucapnya.
Bahkan, dinas kesehatan Kota Tangsel telah melakukan skrining dan deteksi dini ibu hamil dan bayi balita berisiko tinggi. Dimana, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sesuai standar serta pemeriksaan USG dasar oleh dokter umum.
Oleh sebab itu, dinas kesehatan Kota Tangsel tidak akan berhenti melaksanakan kegiatan dalam rangka menekan angka stunting, termasuk memberikan edukasi dan literasi ke masyarakat tentang stunting.
"Target ke depannya, tentu kita evaluasi kegiatan yang sudah berjalan dan masukan kegiatan ke depan, serta memberikan edukasi, literasi ke masyarakat tentang stunting," demikian Allin.