Top
Begin typing your search above and press return to search.

14 Oktober 2010: Hendro Subroto, sang peliput perang yang tak kenal takut

Elshinta.com - Hendro Subroto adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah jurnalisme Indonesia, khususnya di bidang peliputan perang. Namanya begitu lekat dengan liputan perang yang pernah dilakukannya untuk TVRI (Televisi Republik Indonesia), di mana ia dikenal sebagai wartawan perang yang sangat berdedikasi dan berani.

14 Oktober 2010: Hendro Subroto, sang peliput perang yang tak kenal takut
X
Hendro Subroto, pahlawan jurnalistik di garis depan. (https://tinyurl.com/3y4xht3f)

Elshinta.com - Hendro Subroto adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah jurnalisme Indonesia, khususnya di bidang peliputan perang. Namanya begitu lekat dengan liputan perang yang pernah dilakukannya untuk TVRI (Televisi Republik Indonesia), di mana ia dikenal sebagai wartawan perang yang sangat berdedikasi dan berani.

Hendro Subroto memulai karir jurnalismenya di TVRI pada 1964. Pada saat itu, TVRI adalah satu-satunya stasiun televisi di Indonesia dan menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat. Sebagai seorang jurnalis, Hendro menunjukkan bakat luar biasa dalam peliputan berita, terutama dalam situasi-situasi yang menantang dan berbahaya seperti konflik dan peperangan.

Salah satu momen paling ikonis dalam karir Hendro Subroto adalah peliputannya selama operasi militer Indonesia di Timor Timur pada tahun 1975. Pada waktu itu, Indonesia mengirimkan pasukan untuk mengamankan wilayah tersebut setelah Timor Timur memproklamasikan kemerdekaannya dari Portugal. Hendro, sebagai wartawan perang, ikut meliput operasi militer ini secara langsung di lapangan.

Keberanian Hendro dalam mendokumentasikan pertempuran dan kondisi di lapangan membuatnya menjadi salah satu sumber informasi utama tentang apa yang terjadi di Timor Timur. Karyanya memberikan gambaran kepada masyarakat Indonesia tentang kompleksitas konflik tersebut, sekaligus menyoroti sisi humanis dari perang yang sering kali terlupakan.

Liputan perang yang dilakukan oleh Hendro juga tidak hanya menyoroti aspek militer, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat sipil, termasuk penderitaan yang dialami oleh warga setempat akibat perang.

Sebagai wartawan perang, Hendro Subroto dikenal memiliki gaya peliputan yang mendalam dan penuh detail. Ia tidak hanya melaporkan fakta-fakta kejadian, tetapi juga memberikan konteks historis dan politis di balik konflik yang diliputnya. Dalam setiap laporannya, Hendro selalu berusaha memberikan sudut pandang yang seimbang, dengan memperlihatkan baik sisi militer maupun sisi kemanusiaan dari konflik yang terjadi.

Hal ini membuat peliputannya tidak hanya menjadi laporan berita biasa, tetapi juga catatan sejarah yang penting. Hendro sering kali turun langsung ke garis depan pertempuran, berbaur dengan para prajurit, dan bahkan menghadapi risiko yang sama dengan mereka. Keberaniannya ini membuat banyak orang menghormatinya sebagai wartawan yang berdedikasi tinggi terhadap profesinya.

Pengalaman dan kontribusi Hendro Subroto dalam peliputan perang memberikan pengaruh besar bagi dunia jurnalisme Indonesia. Ia membuka mata banyak orang tentang pentingnya keberanian dan ketepatan dalam menyampaikan berita dari wilayah konflik. Sebagai wartawan yang turun langsung ke lapangan, Hendro menunjukkan bahwa liputan perang bukan hanya soal menyampaikan peristiwa, tetapi juga soal memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang konsekuensi dari perang itu sendiri.

Setelah pensiun dari TVRI, Hendro tetap aktif menulis dan berbagi pengalamannya dengan generasi muda, khususnya jurnalis-jurnalis yang ingin meniti karir di bidang peliputan konflik. Ia juga menulis beberapa buku tentang pengalaman jurnalismenya, yang menjadi referensi penting bagi wartawan dan peneliti.

Hendro Subroto meninggal dunia pada 14 Oktober 2010 setelah mengalami sesak napas di Rumah Sakit Qadr Islamic Village Karawaci, Tangerang, Banten, dan dikebumikan pada hari Sabtu 16 Oktober 2010 di Pemakaman San Diego Hills, Karawang.

Hendro Subroto adalah sosok yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah jurnalistik Indonesia, khususnya dalam hal peliputan perang. Keberanian, profesionalisme, dan integritas yang ia tunjukkan selama bertugas sebagai wartawan perang membuatnya dihormati oleh banyak orang. Hingga kini, karya dan dedikasinya tetap dikenang sebagai inspirasi bagi para jurnalis yang ingin mengikuti jejaknya.

Melalui karyanya, Hendro Subroto tidak hanya merekam sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah itu sendiri.

Sumber : Sumber Lain

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire