Pencurian pasir laut sangat merugikan Indonesia
Pencurian pasir laut kembali terjadi di Indonesia, kali ini di perairan Pulai Nipah, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 2 Kapal berbendera asing diduga melakukan pencurian pasir laut itu telah diamankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dari dua kapal tersebut, ditemukan pasir sebanyak 10.000 meter kubik yang akan dikirim ke Singapura. Berdasarkan pengakuan nahkoda, aksi pencurian pasir yang mereka lakukan bukan yang pertama kalinya.
Elshinta.com - Pencurian pasir laut kembali terjadi di Indonesia, kali ini di perairan Pulau Nipah, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. 2 Kapal berbendera asing diduga melakukan pencurian pasir laut itu telah diamankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dari dua kapal tersebut, ditemukan pasir sebanyak 10.000 meter kubik yang akan dikirim ke Singapura. Berdasarkan pengakuan nahkoda, aksi pencurian pasir yang mereka lakukan bukan yang pertama kalinya.
"Aksi pencurian yang dilakukan 2 kapal berbendera asing dinilai sebagai tindakan putus asa mereka yang membutuhkan pasir, sehingga nekat melakukan pencurian," ungkap Peneliti Ahli Utama Bidang Oseanografi Terapan dan Manajemen Pesisir, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Widodo Setiyo Pranowo saat wwcr di Radio Elshinta Senin (14/10/2024).
"Pencurian pasir laut sangat merugikan Indonesia secara ekologis, baik bagi masyarakat maupun ekosistem laut." tegas Widodo.
Berdasarkan pengalaman saat mengikuti operasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Widodo menjelaskan peran masyarakat sekitar sangat dibutuhkan. Misalnya kapal milik masyarakat sekitar berhasil menghentikan kapal asing yang berusaha melakukan pencurian sebelum kapal KKP tiba di lokasi. "Peran aktif seperti inilah yang dibutuhkan karena jumlah armada patroli yang dimiliki Indonesia terbatas, sementara wilayah yang diawasi begitu luas," jelas Widodo.
Widodo menambahkan, meski patroli terus dilakukan para pelaku kejahatan kerap memantau dan memanfaatkan celah yang ada. Oleh karenanya, Widodo berharap Presiden Terpilih Prabowo Subianto yang memahami pertahanan dan keamanan bisa menambah armada patroli di perairan Indonesia dengan berbagai kelas, tidak hanya kapal kelas besar saja namun yang bisa menjangkau perairan dangkal yang rentan terjadi aksi pencurian.
"Para pelaku pencurian harus ditindak tegas dan kapalnya disita. Perlu kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri untuk membahas persoalan ini agar tidak terus terulang kedepannya," harap Widodo.
Widodo menjelaskan, pasir laut di Indonesia kualitasnya sangat baik karena bukan hasil sedimentasi masa kini. Seperti yang ada di Selat Karimata, pasir lautnya memiliki kandungan mineral yang kaya sehingga sangat rugi bila dijual dengan harga murah apalagi jika dicuri.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Dr. Pung Nugroho Saksono, A.Pi., M.M. (Ipunk) menegaskan penindakan yang dilakukan merupakan bukti keseriusan KKP, untuk menindak tegas para pelaku pemanfaatan pasir laut yang tidak sesuai ketentuan terlebih tidak memiliki dokumen perizinan yang sah. "Para pelaku usaha diharapkan tertib administrasi dan taat peraturan yang berlaku. Agar masyarakat merasakan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan,” papar pria yang akrab disapa Ipunk. (Dwi)