Top
Begin typing your search above and press return to search.

Hari Cuci Tangan Sedunia, RS Mardi Rahayu Kudus gelar kampanye cuci tangan kepada ratusan pasien

Kesadaran akan cuci tangan di masyarakat semakin menurun paska kedaruratan Covid-19 mereda. Sehingga perlu diberikan edukasi kembali agar tetap gemar cuci tangan pakai sabun dengan enam langkah yang benar.

Hari Cuci Tangan Sedunia, RS Mardi Rahayu Kudus gelar kampanye cuci tangan kepada ratusan pasien
X
Foto: Sutini/Radio Elshinta

Elshinta.com - Kesadaran akan cuci tangan di masyarakat semakin menurun paska kedaruratan Covid-19 mereda. Sehingga perlu diberikan edukasi kembali agar tetap gemar cuci tangan pakai sabun dengan enam langkah yang benar.

Memperingati hari cuci tangan sedunia pada tanggal 15 Oktober, Dokter Pujianto, Direktur Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya cuci tangan pakai sabun melalui kampanye program edukasi cuci tangan pakai sabun.

Kegiatan ini penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. “Cuci tangan pakai sabun ini merupakan bagian penting dan efektif dari upaya pencegahan dan penularan penyakit. Rumah Sakit Mardi Rahayu telah menyediakan tempat cuci tangan, sabun antiseptik, dan hand sanitizer di berbagai titik strategis di area rumah sakit,” katanya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.

Kegiatan kampanye cuci tangan ini dimeriahkan dengan tarian dan demonstrasi langsung mengenai bagaimana cara mencuci tangan pakai sabun yang benar oleh Tim dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RS Mardi Rahayu.

Ridha Wahyutomo, dokter spesialis Mikrobiologi Klinik, yang sekaligus Ketua Komite PPI menyampaikan bahwa kegiatan edukasi cuci tangan pakai sabun ini dilakukan secara rutin untuk mendidik pasien, staf RS, dan pengunjung RS Mardi Rahayu tentang cara mencuci tangan yang baik serta pentingnya melakukannya secara rutin.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam kampanye ini dan menjadikan cuci tangan pakai sabun sebagai bagian dari sebuah kebiasaan sehari-hari dan untuk staf RS menjadi budaya kerja yang melekat serta simbol dari kebersihan, kesehatan, dan keselamatan," ungkapnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire