Dukungan KAI Daop 6 untuk pariwisata, KA Joglosemarkerto makin diminati
PT KAI Daop 6 Yogyakarta mendukung pengembangan dunia pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan pariwisata itu diantaranya dengan menyediakan berbagai layanan kereta api salah satunya dengan adanya Joglosemarkerto (KA 167) untuk menuju lokasi wisata.

Elshinta.com - PT KAI Daop 6 Yogyakarta mendukung pengembangan dunia pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dukungan pariwisata itu diantaranya dengan menyediakan berbagai layanan kereta api salah satunya dengan adanya Joglosemarkerto (KA 167) untuk menuju lokasi wisata.
KA Joglosemarkerto (KA 167) yang memiliki relasi memutar yaitu Solo Balapan - Yogyakarta - Kroya - Purwokerto - Tegal - Semarang Poncol / Tawang - Gundih - Solo Balapan ini pun menjadi pilihan favorit masyarakat karena dapat menjangkau banyak daerah terutama daerah tujuan wisata.
"Hal ini membuat KA Joglosemarkerto (KA 167) menjadi KA dengan volume tertinggi selama periode Januari – September 2024 dan menempati posisi pertama dengan jumlah penumpang sebanyak 309.456 pelanggan," ujar Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro
Capaian KA Joglosemarkerto (KA 167) tersebut melampaui jumlah volume KA Kertajaya (KA 220) relasi Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi di urutan kedua dengan volume sebanyak 279.203 penumpang, dan KA Matarmaja (KA 233) relasi Malang - Pasarsenen di urutan ketiga dengan volume 278.638 penumpang.
KA Joglosemarkerto keberangkatan Stasiun Solo Balapan sendiri saat ini ada beberapa nomor KA seperti KA 161 dengan relasi Solo Balapan - Semarang Tawang - Purwokerto -Yogyakarta - Solo Balapan. Kemudian KA 167 dengan relasi Solo Balapan - Yogyakarta - Purwokerto Semarang Tawang - Solo Balapan. Dan terakhir KA 171 dengan relasi Yogyakarta - Cilacap.
Masyarakat dapat menggunakan KA Joglosemarkerto untuk menuju ke beberapa lokasi wisata yang tersebar di beberapa daerah. Misalnya saja di Kota Solo, masyarakat bisa mengunjungi destinasi wisata seperti Keraton Surakarta Hadiningrat, Pura Mangkunegaran, Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo Safari, dan Pasar Gede Hardjonagoro.
Kota Yogyakarta seperti Jalan Malioboro, Keraton Ngayogyakarta, Tugu Jogja, Pasar Beringharjo, dan Museum Benteng Vredeburg. Kota Semarang terdapat Lawang Sewu, Masjid Agung Semarang, dan Kota Lama. Sedangkan, Kota Purwokerto menyuguhkan keindahan alam Baturaden, The Village Purwokerto, dan lain sebagainya.
“Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk terus mendukung potensi pariwisata di berbagai daerah dengan menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tentunya bebas macet. Kami juga akan terus berinovasi untuk memenuhi harapan pelanggan. Daop 6 berharap kereta api menjadi pilihan utama dalam bermobilitas dan secara tidak langsung moda transportasi ini turut mendukung keberlanjutan generasi Indonesia di masa depan,” pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Rabu (16/10).