18 Oktober 1930: Jack Lesmana, pionir jazz Indonesia yang menginspirasi generasi
Elshinta.com - Jack Lesmana, lahir dengan nama asli Jack Lemmers pada tanggal 18 Oktober 1930 di Jember, Jawa Timur, adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah musik jazz Indonesia. Sebagai musisi dan komponis jazz, Jack Lesmana berperan penting dalam memperkenalkan dan mengembangkan genre jazz di tanah air, serta membentuk fondasi bagi generasi musisi jazz Indonesia yang datang setelahnya.

Elshinta.com - Jack Lesmana, lahir dengan nama asli Jack Lemmers pada tanggal 18 Oktober 1930 di Jember, Jawa Timur, adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah musik jazz Indonesia. Sebagai musisi dan komponis jazz, Jack Lesmana berperan penting dalam memperkenalkan dan mengembangkan genre jazz di tanah air, serta membentuk fondasi bagi generasi musisi jazz Indonesia yang datang setelahnya.
Minat Jack Lesmana pada musik sudah tumbuh sejak usia muda. Pada masa mudanya, ia memulai karier bermusik dengan belajar memainkan gitar dan kemudian instrumen lainnya seperti saksofon dan klarinet. Pada era 1950-an, ia bergabung dengan beberapa grup musik lokal, salah satunya adalah grup jazz “Orkes Irama”. Di sinilah Jack mulai mengeksplorasi jazz lebih mendalam, yang kala itu masih merupakan genre musik baru di Indonesia.
Pada tahun 1950-an, Jack Lesmana memutuskan untuk pindah ke Jakarta, pusat musik Indonesia, untuk mengejar karier bermusiknya. Di sana, ia mulai tampil bersama musisi-musisi jazz ternama Indonesia dan luar negeri. Ketekunan dan bakatnya yang luar biasa membuat Jack menjadi tokoh kunci dalam komunitas jazz Jakarta.
Jack Lesmana dikenal sebagai pionir dalam memperkenalkan elemen jazz modern, seperti bebop dan cool jazz, ke Indonesia. Pada tahun 1960-an, Jack dan grup jazz-nya, The Jack Lesmana Quintet, meraih popularitas besar di Jakarta dan menjadi simbol penting dari era baru musik Indonesia. Selain tampil di berbagai pentas nasional, Jack juga sempat berkarier di luar negeri, seperti di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya.
Di Eropa, Jack Lesmana juga tampil dengan musisi jazz internasional seperti Tony Scott dan Stan Getz. Pengalaman ini memperkaya gaya bermain Jack yang semakin matang, dan ketika kembali ke Indonesia, ia membawa pengetahuan yang lebih mendalam tentang jazz modern. Musiknya dianggap revolusioner dan membawa jazz Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Jack Lesmana juga dikenal sebagai ayah dari musisi jazz ternama Indonesia, Indra Lesmana. Indra, yang juga dikenal sebagai pianis dan komponis jazz, mewarisi kecintaan terhadap jazz dari ayahnya. Jack Lesmana selalu mendukung bakat dan karier musik putranya sejak dini, dan hubungan mereka menjadi inspirasi bagi banyak musisi muda di Indonesia.
Pengaruh keluarga Lesmana dalam musik jazz Indonesia sangat signifikan. Tidak hanya Jack dan Indra, tetapi juga anggota keluarga lainnya, seperti Mira Lesmana (produser film), yang turut berkontribusi pada industri seni di Indonesia. Keluarga ini kerap dianggap sebagai “keluarga jazz Indonesia”.
Jack Lesmana adalah tokoh penting dalam pendidikan jazz di Indonesia. Ia secara aktif mengajar dan membimbing banyak musisi muda, sehingga membantu menyebarkan apresiasi terhadap jazz di kalangan generasi berikutnya. Pada tahun 1970-an, ia menjadi salah satu pendiri sekolah musik jazz pertama di Indonesia, yang kini dikenal sebagai Institut Musik Indonesia (IMI). Sekolah ini menjadi tempat bagi banyak musisi muda untuk belajar jazz secara profesional.
Selain berkontribusi pada pendidikan jazz, Jack Lesmana juga merekam banyak album jazz yang tetap dianggap sebagai karya klasik hingga saat ini. Karya-karyanya tidak hanya menampilkan kemampuannya sebagai musisi, tetapi juga sebagai seorang penggubah lagu dan pemimpin band.
Jack Lesmana meninggal dunia pada 17 Juli 1988, meninggalkan warisan musik yang tak ternilai. Hingga saat ini, namanya tetap dikenang sebagai bapak jazz Indonesia, dan pengaruhnya terhadap musik jazz di tanah air masih terasa kuat. Karya-karyanya tetap menjadi referensi penting bagi musisi jazz muda yang ingin mempelajari dan memahami evolusi jazz di Indonesia.