Top
Begin typing your search above and press return to search.

Organisasi kewanitaan Salatiga diminta berperan cegah radikalisme

Ciri radikalisme, ekstremisme dan terorisme pada seseorang atau kelompok adalah tidak menghormati perbedaan (intoleran), sulit menerima pendapat dari orang lain (fanatik), menggunakan cara-cara kekerasan (anarkis) dan menutup diri, menjauhi kehidupan yang tidak sesuai keyakinan dan membentuk komunitas sendiri sesuai keyakinan (eksklusif).

Organisasi kewanitaan Salatiga diminta berperan cegah radikalisme
X
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Ciri radikalisme, ekstremisme dan terorisme pada seseorang atau kelompok adalah tidak menghormati perbedaan (intoleran), sulit menerima pendapat dari orang lain (fanatik), menggunakan cara-cara kekerasan (anarkis) dan menutup diri, menjauhi kehidupan yang tidak sesuai keyakinan dan membentuk komunitas sendiri sesuai keyakinan (eksklusif).

Hal itu mengemuka pada Seminar Kewaspadaan Nasional Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Salatiga, Jawa Tengah di Ruang Kaloka Gedung Setda Kota Salatiga, Rabu (16/10/2024).

Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik pada Bakesbangpol Kota Salatiga, Upik Nurhayati menuturkan, latar belakang seminar orientasi kewaspadaan nasional adalah, bahwa dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme, diperlukan suatu strategi komprehensif, untuk memastikan langkah yang sistematis terencana dan terpadu dengan melibatkan peran aktif seluruh pemangku kepentingan.

"Sejalan dengan hal itu, perempuan dan anak adalah segmen yang mempunyai potensi kerawanan tinggi untuk menjadi objek sasaran dari para radikalis dan ekstremis," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Kamis (17/10).

Melalui kegiatan dengan tema Peran Perempuan Dalam Cegah Dini Radikalisme dan Ekstrimisme ini, diharapkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam meningkatkan toleransi untuk mencegah radikalisme dan ekstrimisme dari dini.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap potensi penyebaran radikalisme dan ekstrimisme, sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas ekosistem toleransi melalui kepedulian dan peran anggota masyarakat. Dengan harapan, peserta akan berperan aktif dalam mempertahankan Kota Salatiga sebagai kota tertoleran serta ikut mengaktifkan peran masyarakat di wilayahnya masing-masing dalam pencegahan radikalisme,” ucap Upik.

Seminar ini diikuti oleh 100 peserta dari perwakilan organisasi wanita tingkat kota, kecamatan dan kelurahan se Kota Salatiga.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire