Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kundha Kabudayan Kota Yogyakarta gelar pelatihan Pawiyatan Jawi untuk ASN 

Keistimewaan Yogyakarta dengan kebudayaanya yang adiluhung sudah seharusnya dijaga dan dilestarikan oleh seluruh warganya.

Kundha Kabudayan Kota Yogyakarta gelar pelatihan Pawiyatan Jawi untuk ASN 
X
Sumber foto: Izan Raharjo/elshinta.com.

Elshinta.com - Keistimewaan Yogyakarta dengan kebudayaanya yang adiluhung sudah seharusnya dijaga dan dilestarikan oleh seluruh warganya. Termasuk aparatur sipil negara (ASN) di Yogyakarta sudah semestinya untuk ikut menjaga identitas keistimewaan.

Dalam upaya memperkuat identitas keistimewaan dikalangan ASN tersebut, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta bekerja sama dengan KORPRI Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Pawiyatan Jawi: Busana, Unggah-Ungguh, dan Salah Kaprah Basa bagi ASN Pemerintah Kota Yogyakarta.

Pelatihan ini diikuti 75 peserta secara luring dan juga diikuti oleh seluruh ASN Pemkot Yogyakarta secara daring. Kegiatan Pawiyatan Jawi ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya Jawa, meningkatkan profesionalisme ASN, memperkuat identitas Keistimewaan Yogyakarta, serta mencegah kesalahan dalam penggunaan bahasa Jawa dalam pelayanan publik.

Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, mengungkapkan pentingnya pelatihan ini sebagai bentuk komitmen ASN dalam melestarikan budaya lokal dan menjaga citra keistimewaan Yogyakarta.

"Pawiyatan Jawi bukan hanya sebuah pelatihan teknis, tetapi juga bentuk tanggung jawab kita sebagai ASN untuk meneruskan warisan budaya dan menjaga tradisi luhur yang menjadi identitas Yogyakarta," ujar Aman Yuriadijaya, di Hotel Cavinton Yogyakarta, Jumat (18/10).

KORPRI Kota Yogyakarta memiliki tagline KORPRI reborn sejak 3 tahun terakhir ini, bertujuan untuk membangun kebersamaan seluruh anggota KORPRI. KORPRI Kota Yogyakarta juga menjadi juara pertama tingkat nasional pada 2023 lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pawiyatan Jawi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat jati diri ASN sebagai representasi budaya Jawa yang unggul di tengah masyarakat.

"Keistimewaan Yogyakarta bukan hanya dalam struktur pemerintahan, tetapi juga terwujud dalam budaya, adat, dan tata krama yang kita lestarikan. ASN memegang peran penting dalam menjaga dan meneruskan nilai-nilai luhur ini, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," kataYetti Martanti.

Melalui pelatihan ini, ASN akan lebih memahami penggunaan busana adat yang benar, tata krama unggah-ungguh, dan penggunaan bahasa Jawa yang tepat sesuai dengan konteks.

"Pelatihan ini membantu ASN tidak hanya untuk tampil profesional, tetapi juga menjaga identitas budaya yang membedakan Yogyakarta sebagai daerah yang istimewa," imbuhnya.

Pelatihan Pawiyatan Jawi menghadirkan dua narasumber yang ahli dalam adat dan tradisi Jawa, yaitu Faisal Noor Singgih dan Wahyuni Shinta Utami. Keduanya memiliki latar belakang mendalami tradisi Jawa dalam keseharian mereka. Para peserta akan diberikan pemahaman mengenai beberapa topik penting, seperti:

1. Motif Batik Larangan – Peserta akan mendapatkan penjelasan mengenai motif-motif batik yang secara tradisional hanya diperuntukkan bagi kalangan keraton dan tidak seharusnya dikenakan oleh rakyat biasa.
2. Busana Jawa Gagrag Ngayogyakarta untuk Putra dan Putri – Penjelasan mengenai penggunaan busana adat yang benar, baik untuk laki-laki maupun perempuan, yang mencerminkan tata nilai dan estetika budaya Jawa.
3. Subasita dan Unggah-Ungguh – Pemahaman mengenai subasita atau sopan santun dalam berbicara, serta tata krama unggah-ungguh dalam perilaku sehari-hari, yang penting dalam memberikan pelayanan publik dengan santun dan penuh penghormatan.
4. Salah Kaprah Basa – Peserta akan diajarkan penggunaan bahasa Jawa yang benar dan sesuai konteks, untuk mencegah kesalahan dalam komunikasi yang dapat menurunkan citra profesional ASN.
5. Melalui Pawiyatan Jawi ini, ASN diharapkan dapat memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal yang menjadi ciri khas Yogyakarta.

"ASN yang mampu menerapkan nilai-nilai budaya Jawa dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari akan berkontribusi pada citra positif Yogyakarta sebagai daerah yang berakar kuat pada tradisi namun tetap modern dalam pelayanan," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire