Sosialisasi Operasi Zebra Candi 2024, Polres Tegal sasar sekolah
Dalam rangka pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2024, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tegal melaksanakan sosialisasi di SMAN 1 Dukuhwaru.

Elshinta.com - Dalam rangka pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2024, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tegal melaksanakan sosialisasi di SMAN 1 Dukuhwaru. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi dan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas serta menangani permasalahan sosial seperti bullying dan kenakalan remaja yang marak terjadi di kalangan pelajar.
Kapolres Tegal AKBP Andi M Indra Waspada Amirullah melalui Kepala Satlantas Polres Tegal, AKP Wendy Andranu, dalam sambutannya menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab kita bersama. Kami berharap para siswa dapat menerapkan pengetahuan yang didapat dalam kegiatan ini untuk keselamatan diri mereka dan orang lain,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Selasa (22/10).
Dalam sesi sosialisasi, pihak kepolisian memaparkan beberapa poin penting terkait peraturan lalu lintas yang harus dipatuhi oleh pengguna jalan, khususnya bagi pengendara sepeda motor dan mobil. Siswa diajak untuk memahami pentingnya penggunaan helm, sabuk pengaman, serta tidak menggunakan perangkat seluler saat berkendara.
Selain itu, mereka juga diberikan informasi mengenai rambu-rambu lalu lintas dan tanda-tanda penting yang harus dikenali.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, jajaran Satlantas juga menekankan pentingnya untuk aktif dalam mencegah tindakan bullying di sekolah. Petugas menjelaskan bahwa bullying dapat berdampak negatif tidak hanya bagi korban, tetapi juga bagi pelaku dan lingkungan sekolah secara keseluruhan.
“Kami mengajak semua siswa untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Jika melihat atau mengalami bullying, jangan ragu untuk melaporkannya kepada guru atau pihak berwenang,” tegas AKP Wendy.
Lebih lanjut, sosialisasi ini juga membahas mengenai kenakalan remaja yang sering kali terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Jajaran Satlantas mengingatkan bahwa kenakalan remaja, seperti tawuran, penggunaan narkoba, atau perilaku destruktif lainnya, dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
“Kami ingin siswa memahami bahwa tindakan negatif tersebut bukanlah solusi dari permasalahan yang dihadapi. Lebih baik berkomunikasi dan mencari jalan keluar yang positif,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi di SMAN 1 Dukuhwaru diakhiri dengan sesi tanya jawab, di mana siswa antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait masalah lalu lintas, bullying, dan kenakalan remaja. Petugas memberikan jawaban dengan rinci dan berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing.
Diharapkan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh jajaran Satlantas Polres Tegal ini dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kesadaran para pelajar mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas serta perilaku sosial yang baik.