Perundingan sengketa perbatasan RI-Malaysia 'sulit maju'
Elshinta
Kamis, 05 Februari 2015 - 19:11 WIB | Penulis : | Editor : Administrator
Perundingan sengketa perbatasan RI-Malaysia 'sulit maju'
<content type="xhtml" xml:lang="id"> <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml" dir="ltr"> <div class="byline"> <div class="description"/> <div class="person"> <p class="name">Rohmatin Bonasir</p> <p class="role">Wartawan BBC Indonesia </p> </div> </div> <p>Sembilan titik perbatasan darat antara wilayah Indonesia dan Malaysia belum terselesaikan dan masuk ke dalam agenda pembicaraan Presiden Joko Widodo dalam kunjungan ke negara tetangga itu pada 5-6 Februari.</p> <p>Hal itu dikatakan oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko Kamis (05/02).</p> <p>"Penyelesaian perbatasan yang masih<em> dispute</em> (dipersengketakan) antara Malaysia dan Indonesia sampai dengan saat ini sungguh sulit majunya," kata Jenderal Moeldoko kepada BBC Indonesia," kata Moeldoko.</p> <p>"Ada sembilan persoalan perbatasan yang belum maju-maju."</p> <p>Selain sembilan titik, terutama di sepanjang perbatasan antara Kalimantan dan negara bagian Sabah dan Serawak, terdapat perselisihan laut yang mencuat baru-baru ini.</p> <p>Kasus tersebut menjadi perhatian setelah Malaysia membangun tiang pancang di Tanjung Datu, Kalimantan Barat, padahal daerah itu masuk merupakan wilayah abu-abu.</p> <p>Istilah itu dimaksudkan untuk menyebut wilayah yang kepemilikan belum ditetapkan.</p> <p>"Persoalan-persoalan ini sebenarnya kalau kita sepakat itu <em>grey area</em> yang sesungguhnya tidak boleh lagi ada kegiatan harusnya juga harus ditaati bukan hanya dipahami," tegas Moeldoko.</p> <h2>Pendekatan proaktif Jokowi</h2> <p>Panglima TNI menambahkan diperlukan kesabaran untuk sabar dan saling memahami guna menyelesaikan perselisihan kepemilikan wilayah.</p> <p>Pengamat politik dari Universitas Malaya, Profesor Mohammad Redzuan Othman, sepakat bahwa saling memahami amat diperlukan dalam perundingan kedua negara meskipun sengketa wilayah merupakan yang sudah berlangsung lama.</p> <p>Kunjungan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak ke Indonesia tahun lalu dan kunjungan kenegaraan pertama Presiden Joko Widodo ke Malaysia dapat dianggap sebagai langkah positif.</p> <p>"Pendekatan yang dibawa Jokowi merupakan suatu pendekatan yang amat proaktif apabila beliau mengambil langkah menjadikan Malaysia sebagai negara pertama di mana beliau memulai lawatan setelah menjadi presiden," tutur Redzuan Othman.</p> <p>Itu merupakan suatu tanda yang cukup positif bahwa hubungan kedua negara ini amat erat dan kesediaan untuk berunding itu mengatasi dari pada pendekatan-pendekatan yang lain."</p> <p>Menurutnya, pendekatan musyawarah dan semangat kekeluargaan yang ditempuh selama ini tetap relevan sebab akan membuahkan hasil lebih baik sedangkan opsi lain seperti perang, tidak dapat diterima di era sekarang.</p> </div> </content>
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Jubir Tanggap Soal Kunjungan Menteri Keuangan AS ke Tiongkok
Senin, 23 April 2018 - 06:04 WIB
Tiongkok telah menerima informasi mengenai kunjungan Menteri Keuangan AS Steven Terner Mnuchin ke Ti...
Makau Menentang Catatan HAM AS
Minggu, 22 April 2018 - 10:04 WIB
Kantor Juru Bicara Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Makau kemarin (21/4) menyatakan, pihaknya d...
Aturan Hukum Seputar Foto Di Tempat Publik di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Bayangkan ini - Anda berada di rumah dan di halaman belakang bersama anak-anak Anda. Anda melihat te...
Serangan Suriah: Kelompok pro jihadis di Indonesia 'berterima kasih' pada serangan AS
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Serangan sekutu AS ke Suriah tidak berdampak langsung pada Indonesia namun bagi kelompok pro jihadis...
Ekspor Anggur Australia Ke China Naik 16 Persen
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Angka ekspor minuman anggur (wine) dari Australia ke China mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun t...
Perempuan Palestina berada di garis depan protes anti-Israel
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Dalam pemandangan langka, perempuan Palestina berada di garis depan selama bentrokan Jumat (13/4) de...
Pembatasan Migran Akan Pengaruhi Ekonomi di Australia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa bila Australia membatasi jumlah migran yang masuk maka itu ...
Arab Saudi hancurkan rudal yang ditembakkan ke Jazan dari Yaman
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Pasukan Udara Arab Saudi pada Jumat (13/4) menghancurkan satu rudal yang ditembakkan oleh gerilyawan...
Bom di dalam stadion saat pertandingan: polisi terluka, 22 penonton ditahan
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Seorang polisi perempuan terluka parah akibat ledakan bom di Stadion Vasil Levski saat pertandingan ...
Dilarikan ke UGD setelah menyantap cabai paling pedas di dunia
Jumat, 13 April 2018 - 10:40 WIB
Gara-gara makan cabai yang tingkatr pedasnya 30-50 kali lipat dibanding cabe rawit paling pedas, seo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV