Dinsos Kota Bekasi launching aplikasi BASOKA untuk pengajuan Bansos
Dinas Sosial Kota Bekasi melaunching program aplikasi BASOKA atau Bantuan Sosial Kedaruratan sebagai langkah cepat komunikasi pekerja sosial masyarakat (PSM) yang berada di kelurahan dengan Dinas.

Elshinta.com - Dinas Sosial Kota Bekasi melaunching program aplikasi BASOKA atau Bantuan Sosial Kedaruratan sebagai langkah cepat komunikasi pekerja sosial masyarakat (PSM) yang berada di kelurahan dengan Dinas.
Kepala Dinsos Kota Bekasi, Alexander Zulkarnaen mengatakan, aplikasi BASOKA berfungsi sebagai mesin PSM untuk meminta bantuan pangan kepada Dinas Sosial.
"BASOKA yang mengakses adalah staff kami baik yang di kelurahan maupun di Dinas. Jadi kalau PSM nanti mendapatkan informasi warga mengalami miskin ekstream atau rentan miskin dan membutuhkan bantuan pangan, staff kelurahan akan meminta bantuan pangan ke Dinas melalui aplikasi itu. Langkah cepat dan instan kami untuk bisa masuk ke masyarakat secara langsung," kata Alex seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto, Jumat (25/10).
Ia menjelaskan, aksi ini sebagai langkah antisipasi kerawanan pangan di tengah masyarakat.
"Dinsos Kota Bekasi siap mengirimkan bahan-bahan pangan. Yang mana stok atau ketersediaannya selalu ada guna mengantisipasi adanya warga rawan pangan," ungkapnya.
Ia menyebut, aplikasi BASOKA sudah berjalan sejak 4 bulan lalu dan sudah efektif dalam program kesejahteraan masyarakat Kota Bekasi.
"Sudah berjalan sejak 4 bulan lalu. Kelurahan mengusulkan bantuan melalui aplikasi, kemudian kita meresponnya secara langsung. Saat ini bantuan dikirim ke Kelurahan, nanti kita langsung kirim ke warganya," paparnya.
Alex menegaskan, meski adanya kemudahan pengajuan bantuan, tetap akan dilakukan survey oleh tim dari Dinas Sosial terkait kebenaran data dan kondisi yang di ajukan.
"Tapi bukan berarti bantuan ini di obral ya. Yang kita sasar adalah yang masuk daya kesejahteraan," ujar Alex.
Langkah ini guna mencegah kerawanan pangan dengan mempermudah akses dan memperbanyak stok atau ketersediaan pangan.
"Selain membentuk tim untuk melakukan deteksi warga rawan pangan. Ketersediaan atau stok pangan juga kita perbanyak untuk mengantisipasi bila mana ada warga terdeteksi rawan pangan," pungkasnya.