Top
Begin typing your search above and press return to search.

Polres Semarang amankan warga Ambarawa yang kambuh sakit jiwa

SR (45), warga Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah terpaksa diamankan Polres Semarang karena mengalami kambuh sakit jiwanya, dan dikhawatirkan mengganggu ketertiban umum, Selasa (29/10). 

Polres Semarang amankan warga Ambarawa yang kambuh sakit jiwa
X
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - SR (45), warga Ngampin, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah terpaksa diamankan Polres Semarang karena mengalami kambuh sakit jiwanya, dan dikhawatirkan mengganggu ketertiban umum, Selasa (29/10).

Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Wakapolres Semarang Kompol Fandy Setiawan. Dalam keterangannya dia menjelaskan bahwa, Polres Semarang dengan 2 Regu Dalmas, personel Polsek Ambarawa, personel Koramil Ambarawa bersama warga, sekitar pukul 11.00 WIB melaksanakan evakuasi terhadap seorang warga yang mengalami gangguan jiwa tersebut. Tidak butuh waktu lama bagi tim gabungan untuk dapat mengamankan SR.

"Karena pendekatan secara persuasif sebelumnya sudah dilakukan pihak Bhabinkamtibmas, Babinsa bersama perangkat lingkungan setempat tidak membuahkan hasil. Maka agar tidak mengganggu warga sekitar, maka siang ini dengan durasi kurang lebih 15 menit, kami berhasil mengamankan dan mengevakuasi terhadap warga ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) ini," jelasnya.

Fandy menambahkan, SR diketahui mengalami gangguan jiwa pada sekitar bulan Juni 2024, dan saat itu sempat dilakukan evakuasi oleh Bhabinkamtibmas Ngampin bersama Babinsa dan warga untuk dibawa ke RSJ Magelang.

"Setelah mendapatkan perawatan selama 14 hari di Magelang SR sempat menjalani rehabilitasi kejiwaan di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Demak. Setelah direhabilitasi di ponpes dan dinyatakan kondisi kejiwaannya normal, pada pertengahan bulan Juli SR dibawa kembali ke rumahnya oleh pihak keluarga," imbuhnya.

"Jadi ini merupakan kejadian kedua kalinya setelah bulan Juni 2024 silam SR sempat mendapat perawatan, dan kali ini menurut penuturan warga dan apa yang kami lihat di lokasi, SR sejak hari Minggu kemarin 27 Oktober 2024 kembali kambuh," pungkas Fandy seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto.

Ketua RW setempat Ari Dwi (49) menjelaskan, warganya tersebut sebelumnya tidak ada tanda-tanda mengalami gangguan jiwa.

"Namun dugaan awal SR mengalami gangguan jiwa karena permasalahan keluarga. Sebelumnya juga baik baik saja, SR tinggal bersama ibunya dan dia juga belum berkeluarga," katanya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire