Polisi Kediri ungkap masalah helm dominasi pelanggaran
Elshinta.com - Aparat Kepolisian Resor Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa masalah pengendara tidak mengenakan helm menjadi dominasi pelanggaran dari hasil operasi zebra yang digelar mulai 14 Oktober hingga 27 Oktober 2024.

Elshinta.com - Aparat Kepolisian Resor Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa masalah pengendara tidak mengenakan helm menjadi dominasi pelanggaran dari hasil operasi zebra yang digelar mulai 14 Oktober hingga 27 Oktober 2024.
Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji mengatakan dalam operasi ini diketahui bahwa total pelanggaran yang terdata adalah 1.590 pelanggaran, jumlah ini lebih banyak ketimbang hasil operasi yang sama pada 2023 yang hanya 497 pelanggaran.
"Yang paling besar pelanggaran pengguna helm. Peringkat pertama hingga 598 pelanggaran, kemudian peringkat kedua berkendara di bawah umur hingga 481 pelanggaran," katanya di Kediri, Rabu (30/10).
Ia menambahkan, pelanggaran selanjutnya adalah melanggar lampu lalu lintas hingga 434 pelanggaran, melawan arus hingga 26 pelanggaran, tidak memakai sabuk pengaman 29 pelanggaran.
Pihaknya menambahkan, dalam operasi yang digelar tersebut jumlah kendaraan yang terjaring pelanggaran di 2024 ini mencapai 1.590 kendaraan. Jumlah ini lebih banyak ketimbang hasil razia yang sama di 2023 yang hanya 497 kendaraan.
Diketahui bahwa sepeda motor adalah kendaraan yang paling banyak melanggar lalu lintas hingga 1.558 pelanggaran. Untuk kendaraan lain misalnya mobil penumpang, bus, hingga mobil barang.
Ia juga mengungkapkan terkait dengan jumlah kejadian kecelakaan saat operasi dilaporkan ada 12 kejadian, dengan 12 orang mengalami luka ringan.
Sementara, dari sisi profesi yang banyak adalah mahasiswa atau pelajar serta karyawan.
"Kami amankan barang bukti berupa SIM, STNK, ada juga kenalpot bising. Untuk kendaraan roda empat juga ada satu yang diamankan," kata dia.
Pihaknya berharap, operasi yang digelar di wilayah hukum Polres Kediri Kota yakni tiga kecamatan di Kota Kediri dan lima kecamatan di wilayah Kabupaten Kediri ini semakin meningkatkan kesadaran tertib lalu lintas masyarakat.
"Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan disiplin lalu lintas. Manfaatnya untuk kita, aman di jalan, tertib di jalan, tujuannya selamat di jalan," harap dia.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Pol Afandy Dwi Takdir menambahkan pihaknya sangat berharap masyarakat dapat mematuhi aturan saat berkendara.
Ia pun meminta orangtua juga lebih bijak, untuk tidak mengizinkan anaknya yang belum cukup umur berkendara.
"Kami harapkan mematuhi rambu lalu lintas. Keselamatan berkendara itu lebih baik. Awal dari semua adalah menjaga keselamatan berkendara. Ini karena dominasi pelanggaran tidak mengenakan helm, lalu masih di bawah umur," kata dia.
Kendati operasi sudah selesai, polisi juga masih intensif mengadakan operasi lanjutan sebagai upaya menjaga ketertiban lalu lintas para pengguna jalan.