BRGM-IPB lakukan penilaian dan pemetaan ekosistem mangrove di Langkat
Indonesia merupakan negara pemilik hutan mangrove terluas di dunia yakni sekitar 3.36 juta hektare atau 23 persen dari luas total mangrove dunia (PMN 2023). Keragaman mangrove Indonesia tercatat sangat tinggi, terdiri dari 43 jenis mangrove tropis atau mewakili 80 persen dari mangrove tropis dunia.

Elshinta.com - Indonesia merupakan negara pemilik hutan mangrove terluas di dunia yakni sekitar 3.36 juta hektare atau 23 persen dari luas total mangrove dunia (PMN 2023). Keragaman mangrove Indonesia tercatat sangat tinggi, terdiri dari 43 jenis mangrove tropis atau mewakili 80 persen dari mangrove tropis dunia.
Hutan mangrove merupakan ekosistem hutan yang sangat unik yaitu sebagai penyambung (interface) antara ekosistem daratan dan laut, khususnya ditempat-tempat dimana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik, seperti di teluk yang terlindungi dari gempuran ombak maupun disekitar muara sungai dimana air melambat mengendapkan lumpur yang dibawa dari hulu. Hutan mangrove memiliki beragam fungsi baik secara ekologis, ekonomi, sosial dan mitigasi bencana dan perubahan iklim.
Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melalui Deputi Perencanaan dan Evaluasi bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan Penilaian dan Pemetaan Ekosistem Mangrove dan Penentuan Fungsi Mangrove Dalam Kesatuan Landscape Mangrove (KLM) yang dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Asisten Tenaga Ahli Remote Sensing dan GIS Nabila Shaffana, saat ditemui di Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Minggu (3/11) mengatakan, mereka mengambil data biofisik tegakkan mangrove di kawasan hutan mangrove Kecamatan Secanggang. "Di Sumatera Utara ada 340 titik yang harus di inventarisasi, seperti mengukur diameter pohon, tinggi pohon mangrove dan juga kadar air," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Senin (4/11).
Dijelaskan Nabila, di Sumatera Utara ada delapan kelompok. Mahasiswa fakultas Kehutanan IPB tiap kelompok tiga orang, dari BRGM ada satu orang di tiap kelompok. Sementara itu Surveyor Biofisik Farid Shafwan Hakim, mengatakan rata-rata tinggi tegakan mangrove dari 18 hingga 20 meter. Dia juga sudah masuk wilayah Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Tengah Sibolga ke Langkat.
"Di Kawasan hutan mangrove Kabupaten Langkat persisnya di wilayah Kecamatan Secanggang kami mendapati ketinggian pohon mangrove rata-rata 18-20 meter," ujarnya.
Maksud dari kegiatan penilaian dan pemetaan KLM dan fungsi ekosistem mangrove adalah untuk menyediakan bahan masukan berupa rancangan petunjuk teknis penilaian dan pemetaan KLM dan fungsi ekosistem mangrove yang solid, robust dan aplikatif yang akan disampaikan kepada Kementerian Kehutanan sebagai masukan dalam perumusan peraturan dan pengambilan kebijakan.
Sementara tujuan dari kegiatan penilaian dan pemetaan KLM dan fungsi ekosistem mangrove adalah menyusun prosedur teknis penilaian dan pemetaan KLM. Menyusun prosedur teknis penilaian dan pemetaan fungsi ekosistem mangrove. Menyusun teknis survey verifikasi dalam rangka penilaian dan pemetaan KLM dan fungsi ekosistem mangrove dan melaksanakan penilaian dan pemetaan KLM dan ekosistem mangrove empat provinsi wilayah kerja program
Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) sesuai dengan prosedur teknis yang disepakati.