Antisipasi bencana musim penghujan, BBWSBS dirikan tujuh posko kebencanaan
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melibatkan pemerintah daerah yang dilalui Sungai Bengawan Solo, untuk memitigasi bencana musim penghujan.

Elshinta.com - Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melibatkan pemerintah daerah yang dilalui Sungai Bengawan Solo, untuk memitigasi bencana musim penghujan. Langkah antisipasi ini diperlukan guna meminimalkan risiko banjir, mengingat intensitas hujan mulai meningkat sejak awal Bulan November 2024.
Kepala BBWSBS Maryadi Utama mengatakan, puncak musim hujan di Pulau Jawa khususnya akan terjadi sepanjang akhir tahun ini. Pemerintah daerah dan segenap komponen penanganan bencana diminta mulai bersiaga menghadapi ancaman musim penghujan, utamanya banjir yang disebabkan oleh Sungai Bengawan Solo. Baik berupa luapan air yang tidak tertampung oleh kapasitas sungai, ataupun akibat kerusakan sarana dan prasarana saluran sungai seperti tanggul bantaran yang jebol.
"Upaya mitigasi telah terlaksana dengan pengawasan langsung ke lapangan, yakni susur sungai dengan titik prioritas yang telah ditentukan. Sudah kami data tanggul kritis dan ditangani secara darurat sebelum permanen," kata Maryadi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Selasa (5/11).
Disampaikan Maryadi Utama, pihaknya telah melakukan penanganan darurat pada tanggul rawan yang berhasil terdata dalam mitigasi tersebut. Kemudian, alat penanganan darurat lain juga disiapkan seperti sandbag, mini geobag, geobag dan bronjong kawat apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Selain sumber daya manusia (SDM) BBWSBS juga telah menyiagakan alat-alat evakuasi penanganan dampak bencana seperti alat berat eskavator, pompa air dan dumptruk. Ada tujuh posko bencana yang didirikan sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo, yakni dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sampai Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur.
"Alat berat ada di tiga posko yakni di Sukoharjo, Madiun dan Bojonegoro," imbuhnya.
Maryadi Utama menambahkan, tim siaga bencana mulai dari BPBD, TNI dan Polri sudah disiagakan sejalan dengan pendirian Posko Bencana. Infrastruktur penunjang penanganan bencana yang terdata oleh BWSBS terdiri dari 917,42 kilometer tanggul sungai, 313 titik pintu air, 23 rumah pompa dan 37 bendungan. Semua daerah yang berada dialiran Sungai Bengawan Solo diminta meningkatkan kewaspadaannya saat puncak musim penghujan.