Vigenk Gebrak Kampus Radio Elshinta hadir di UIN Cirebon
Program Visi Generasi Kini Elshinta gebrak kampus 2024 hadir di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,Jawa Barat pada Kamis, 7 November 2024. Dengan mengusung tema peluang dan tantangan karier lulusan PTKIN, para mahasiswa yang hadir begitu antusias mengikuti acara tersebut. Vigenk gebrak kampus 2024 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan narasumber Direktur Diktis Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Ahmad Zainul Hamdi, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. dan Komika, Boby Al Mahbub

Elshinta.com - Program Visi Generasi Kini Elshinta gebrak kampus 2024 hadir di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,Jawa Barat pada Kamis, 7 November 2024. Dengan mengusung tema peluang dan tantangan karier lulusan PTKIN, para mahasiswa yang hadir begitu antusias mengikuti acara tersebut. Vigenk gebrak kampus 2024 di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menghadirkan narasumber Direktur Diktis Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Ahmad Zainul Hamdi, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. dan Komika, Boby Al Mahbub.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag. menyampaikan transformasi kelembagaan IAIN menjadi UIN Siber, menjadi keniscayaan untuk melakukan banyak perubahan. Hal ini juga sudah menjadi amanat dari Kementerian Agama dan Kemenpan RB. Transformasi kelembagaan hendaknya berdampak, agar seluruh layanan lebih cepat dan menjadi serba digital.
Prof Aan berharap seluruh komponen pimpinan bisa mengikuti dan mengimplementasikan roadmap atau peta jalan transformasi digital. "Bergerak cepat, bergerak bersama perlu dilakukan agar transformasi digital di Cyber Islamic University bisa segera selesai," ungkap Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Prof. Dr. H. Aan Jaelani menambahkan, transformasi kelembagaan juga bermakna banyak perubahan, dimana perubahan penting utamanya dalam capaian kompetensi lulusan. Sejak tahun 2023 beberapa program studi sudah melakukan perubahan. Diantaranya penyesuaian atau inovasi kurikulum dan para mahasiswa tidak hanya dibekali dengan kompetensi program studi tapi dengan banyak hal lain salah satunya kompetensi digital.
Sementara itu Direktur Diktis Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Ahmad Zainul Hamdi dalam sambutannya bercerita seputar Jack Ma, pebisnis sukses asal China yang juga pendidi Alibaba Group. Jack Ma bukan orang yang terlahir dari keluarga kaya, atau pun orang dengan latar pendidikan yang mewah. Jika ingin meraih kesuksesan, langkah yang pertama dilakukan adalah merubah pikiran karena semuanya tidak bergantung pada ijazah.
Berbicara mengenai visi generasi kini adalah anak-anak yang tidak hanya mengandalkan selembar kerta ijazah untuk menjadi garansi masa depannya. Prof. Ahmad Zainul Hamdi menegaskan kita bisa menjadi siapa saja. “Data secara konstan mengatakan bahwa latar belakang pendidikan itu hanya menyumbang 40 persen masa depan, sementara 60 persennya disumbang oleh kemampuan kita beradaptasi dengan perubahan,” ungkapnya.
Prof Inung panggilan akrab Prof. Ahmad Zainul Hamdi menambahkan, siapa yang akan bertahan di masa depan bukanlah orang yang paling kuat, paling cerdas, ataupun yang tercepat. Namun yang akan bertahan di masa depan adalah mereka yang paling adaptif terhadap perubahan.
Dikemas dengan interaktif, acara ini diikuti oleh para mahasiswa dari UIN SSC yang bisa dengan bebas bertanya dan berdiskusi bersama narasumber mengenai peluang karier lulusan PTKIN tersebut. Acara ini digagas oleh UIN Syech Nurjati Cirebon bekerja sama dengan Radio Elshinta dan didukung oleh Direktorat Diktis Kemenag dan Arina.id, media keislaman ternama Indonesia. (Dwi/Suw)