Top
Begin typing your search above and press return to search.

Hari Wayang Nasional, lestarikan wayang perlu komitmen kuat

Wayang saat ini sudah tidak hanya sekedar pertunjukan, melainkan sudah bertransformasi masuk dalam berbagai pengemasan perwayangan, baik penerapan di media sosial, souvernir, buku, sampai pembuatan merchandise kaos. Direktur Pelindungan Kebudayaan, Judi Wahjudin mengatakan kegiatan mengenalkan wayang ini tidak bisa hanya mengandalkan pada satu kementerian tertentu, melainkan perlu komitmen dari semua pihak untuk menjunjung tinggi dan melestarikannya pada peringatan Hari Wayang Nasional.

Elshinta.com - Wayang saat ini sudah tidak hanya sekedar pertunjukan, melainkan sudah bertransformasi masuk dalam berbagai pengemasan perwayangan, baik penerapan di media sosial, souvernir, buku, sampai pembuatan merchandise kaos. Direktur Pelindungan Kebudayaan, Judi Wahjudin mengatakan kegiatan mengenalkan wayang ini tidak bisa hanya mengandalkan pada satu kementerian tertentu, melainkan perlu komitmen dari semua pihak untuk menjunjung tinggi dan melestarikannya pada peringatan Hari Wayang Nasional.

Judi Wahjudin mencontohkan pagelaran dalang-dalang cilik di Sasana Pewayangan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sangat perlu dukungan oleh para influencer media sosial, masuk dalam dunia kreatif (produk kekinian). Menurut Judi hal ini dimungkinkan, asalkan mau duduk bersama untuk bersinergi dan mengangkat wayang ini menjadi sebuah keseharian dan masa depan Indonesia.

"Karena masa lalu itu dinamis. Mindset wayang itu bukan sesuatu yang klasik atau masa lalu, melainkan masa kini dan masa yang akan datang. Ini sudah dibuktikan melalui berbagai motif pakaian yang menarik dan laku dipasaran. Tinggal bagaimana membuka peluang lebih luas lagi yang membutuhkan dorongan antar kementerian, baik Ekonomi, Pariwisata, Kreatif, Industri dan Perdagangan hingga antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait , sehingga tidak hanya dilakukan 1 bidang saja" ujar judi

Direktur Perlindungan Kebudayaan menegaskan diperlukan kesamaan persepsi bahwa pelestarian tidak hanya identik dengan perlindungan. Perlindungan hanyalah sebuah langkah awal, baik dari mendokumentasikan, penetapan Unesco, dengan penetapan UU lokal, selebihnya pengembangan dan pemanfaatan. Pengembangan menurut Judi, perlu didukung oleh desain grafis, perguruan tinggi serta praktisi dan sebagainya. Sementara untuk pemanfaatannya, bisa dilakukan oleh semua pihak.

"Poin-poin ini nantinya akan disampaikan oleh pimpinan kami ke pihak PMK, mengingat dengan adanya kementerian baru yaitu kebudayaan. Ada 13 warisan dunia intangible dan 6 tengibel, nantinya akan dibuat momentum khusus setiap tahunnya bisa diekspose, dengan merangkul semua pihak," tutup Judi.

Diketahui, Tiap 07 November, diperingati sebagai Hari Wayang Nasional dan Hari Wayang Sedunia. Salah satu warisan kekayaan budaya Indonesia tak benda yang melegenda ini sudah diakui oleh UNESCO dan ditetapkan sebagai A Masterpiece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tahun 2003 di Paris. Hari Wayang Dunia tahun 2024 ini mengusung tema “Wayang Inovasi : Geliat Reka Cipta Wayang Untuk Kejayaan Negeri. (Der)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire