Film Pengin Hijrah: Kisah cinta di antara dua negara
Sebuah film bernafaskan Islam, 'Pengin Hijrah' berkisah tentang cinta anak muda Indonesia dan Uzbekistan dalam memahami keyakinan berhijrah, akan meramaikan ranah film di Tanah Air.

Elshinta.com - Jakarta - Sebuah film bernafaskan Islam, 'Pengin Hijrah' berkisah tentang cinta anak muda Indonesia dan Uzbekistan dalam memahami keyakinan berhijrah, akan meramaikan ranah film di Tanah Air.
Film yang juga menengahkan cerita romantis percintaan beda budaya ini, akan mengabil lokasi produksi film di Uzbekistan di tiga kota Samarkan, Bukhara dan Tashken. Selain itu juga syuting di Indonesia, di Pulau Belitung dan Bogor.
"Ini sangat mendukung cerita filmnya,” jelas Budi Yulianto, Eksekutif Produser yang sukses dengan film box-office-nya lewat film Air Mata di Ujung Sajadah dengan jumlah 3,1 juta penonton.
Film Pengin Hijrah ingin menghadirkan tiga kota Samarkan, Bukhara dan Tashken sebagai kisah dari perjalanan cinta dua anak manusia dengan latar budaya berbeda.
“Pengin Hijrah Ini berkisah tentang cinta anak muda Indonesia dan Uzbekistan dalam memahami keyakinan berhijrah. Juga cerita romantis percintaan beda budaya. Dan lokasi-lokasi produksi film di Uzbekistan ini sangat mendukung cerita filmnya,” tambah Budi Yulianto.
Selain Uzbekistan, film ini juga akan mengambil lokasi di Indonesia, di Pulau Belitung dan Bogor.
"Lokasi produksi film Pengin Hijrah kurang lebih 30 persen produksi berlangsung di Uzbekistan. Selebihnya produksi berlangsung di Bogor sebagai lokasi kampus tokoh utama, dan pulau Belitung yang akan menjadi lokasi asal tokoh utama. Belitung melengkapi visual film dengan pantai-pantainya yang eksotis. Kontras dengan Uzbekistan yang berupa dataran (gurun) dan perbukitan bercuaca subtropis-dingin," urai Budi, menceritakan alasan mengambil lokasi syuting di Uzbekistan dan Indonesia.
Tambah Budi, Pengin Hijrah akan menuntaskan produksinya dalam 24 hari produksi. Sinemata Buana Kreasindo (SBK) berharap, filmnya bisa dinikmati di 2025 nanti.
Pengin Hijrah mempercayakan penyutradaraan kepada Jastis Arimba yang sukses lewat film-film drama box-office juga melibatkan pemain dari dua negara, di antaranya Steffi Zamora, Endy Arfian, Daffa Wardhana, Karina Suwandi, Nadzira Shafa.
Beberapa pemeran dari Uzbekistan merupakan aktor drama panggung di Uzbekistan. “Kami berharap lokasi produksi di dua negara, juga memudahkan proses distribusi film di negara-negara Islam di wilayah regional Asia nantinya,” harap Budi Yulianto.
Jastis Arimba yang sudah mendatangi lokasi-lokasi produksi di Samarkan, Bukhara dan Tashken berharap cuaca di Uzbekistan akan mendukung tim produksinya. Mengingat bulan November sudah memasuki musim dingin. Suhu di lokasi syuting yang bisa mencapai 5 derajat celcius menjadi tantangan tersendiri bagi pemain dan tim produksinya selama di Uzbekistan.
Sinemata Buana Kresindo (SBK) berharap pengambilan lokasi produksi film di Uzbekistan memberikan warna tersendiri bagi pencapaian visual yang lebih menawan. Cerita Pengin Hijrah juga lebih menarik dengan menghadirkan konflik cinta antara dua budaya berbeda dalam memahami arti hijrah sesungguhnya.
So, nantikan seperti apa hasil perpaduan lokasi produksi film di Samarkan, Bukhara, Tashken, Belitung dan Bogor, saat film dirilis di 2025 nanti!
Sinemata Buana Kreasindo menghadirkan para pemain; Steffi Zamora (Alina), Endy Arfian (Omar)
Daffa Wardhana (Joe), Karina Suwandi (Ibu Ira – Ibu Omar), Nadzira Shafa (Aisyah), Sita Permata Sari (Ulfa), Adhin Abdul Hakim (Furqon), Gulchera (Nenek Omar),Temur Mirzaev (Ayah Omar)
Sutradara: Jastis Arimba, Produser: Rendy Gunawan, Aris Muda, Eksekutif Produser: Budi Yulianto, Avesina Soebli, Ide cerita: Budi Yulianto, Skenario: Benni Setiawan, Endik Koeswoyo, Jastis Arimba, Produksi: Sinemata Buana Kreasindo/ 2024. (Dd)