Top
Begin typing your search above and press return to search.

Majelis Hukama Muslimin ingatkan bahaya pemanasan global

Majelis Hukama Muslimin memberikan perhatian penuh terhadap isu lingkungan yang belakangan menjadi keprihatinan di dunia. Climate Change atau pemanasan  global yang berdampak pada mempengaruhi kualitas hidup manusia adalah dampak buruk kerusakan lingkungan yang semakin parah di hampir seluruh dunia sehingga kerap menimbulkan konflik di banyak negara. Maka, Majelis Hukama Muslimin (MHM) mengajak semua pihak termasuk tokoh ulama dan setiap individu untuk menjaga lingkungan dan melestarikan alam.

Majelis Hukama Muslimin ingatkan bahaya pemanasan global
X
Pendiri dan anggota MHM  Prof Quraish berdialog dengan insan media membahas tentang pentingnya menjaga toleransi dan kelestarian alam di Jakarta, Senin (11/11/2024). Foto: Istimewa

Elshinta.com - Majelis Hukama Muslimin memberikan perhatian penuh terhadap isu lingkungan yang belakangan menjadi keprihatinan di dunia. Climate Change atau pemanasan global yang berdampak pada mempengaruhi kualitas hidup manusia adalah dampak buruk kerusakan lingkungan yang semakin parah di hampir seluruh dunia sehingga kerap menimbulkan konflik di banyak negara. Maka, Majelis Hukama Muslimin (MHM) mengajak semua pihak termasuk tokoh ulama dan setiap individu untuk menjaga lingkungan dan melestarikan alam.

Pendiri dan anggota MHM Prof Quraish berdialog dengan insan media membahas tentang pentingnya menjaga toleransi dan kelestarian alam di Jakarta, Senin (11/11/2024). Ulama tersebut mengingatkan pelestarian alam menjadi tanggung jawab setiap individu. Tugas ulama dan tokoh agama dalam konteks pelestarian lingkungan adalah ikut serta menyadarkan masyarakat bahwa alam adalah titipan Tuhan untuk dilestarikan. “Sebab setiap gangguan terhadap alam bertentangan dengan perintah Tuhan,” tegasnya.

MHM, kata Prof Quraish, juga mendorong penulis dan khatib memperkaya pengetahuan masyarakat tentang pandangan agama menyangkut pelestarian lingkungan. Hal itu tentu tidak hanya dalam bentuk ceramah, mengaitkan kewajiban melestarikan lingkungan dengan hak yang bersifat ajaran agama semata. Tetapi ada tindakan dan kegiatan yang harus dilakukan walaupun bukan atas nama agama tapi ilmu pengetahuan yang dapat menghambat pemanasan global. “Misalnya, jangan memakai plastik atau semua kegiatan yang mengarah kepada pelestarian lingkungan,” tambahnya.

Sementara itu Anggota Komite Eksekutif Majelis Hukama Muslimin (MHM) TGB M Zainul Majdi mengatakan pemanasan global menjadi isu penting yang terus dikampanyekan MHM sebab dapat merusak lingkungan. Jika tidak ada upaya pencegahan maka dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Pelestarian lingkungan harus terus dikampanyekan. Sudah nyata salah satu yang bisa menjadi sumber konflik di masayarakat global ke depan adalah ekses pemanasan global," ungkapnya.

TGB M Zainul Majdi juga mengingatkan pemanasan global akan berdampak juga pada kenaikan permukaan air laut sehingga akan berdampak juga pada masyarakat pesisir yang selama ini menjadi kelompok paling marjinal. “Artinya akan potensial meningkatkan tingkat kemiskinan dan mengancam rantai pasokan pangan yang semakin membahayakan masyarakat yang rentan, termasuk potensi penyaki yang tidak pernah diketahui sebelumnya,” tegas pria yang kerap disapa Tuan Guru.

Dalam kesempatan yang sama Direktur MHM kantor cabang Indonesia dan Asia Tenggara Muchlis M Hanafi menjelaskan dialog dengan insan media tentang pentingnya menjaga toleransi dan kelestarian alam kemarin, dalam rangka menyambut Hari Toleransi Internasional sekaligus menyongsong penyelenggaraan Conference of the Parties ke-29 (COP29) yang berlangsung di Baku, Azerbaijan.

Menurut Muchlis, MHM baik di tingkat pusat maupun kantor cabang Indonesia selalu melibatkan para tokoh agama untuk berbicara tentang perubahan iklim dalam setiap penyelenggaraan Conference of the Parties COP yang dilakukan sejak tahun lalu di Abu Dhabi. MHM membuka paviliun Iman bagi para tokoh agama untuk berbicara perubahan iklim. Kemudian tahun ini di COP 29 Baku Ajerbaijan MHM juga terlibat melalui Paviliun Iman,” papar Muchlis.

Sementara di tingkat lokal di Indonesia sejak tahun lalu MHM Cabang Indonesia juga menyelenggarakan Konfrensi Asia Tenggara Agama dan Perubaahan Iklim yang berlanjut dengan sejumlah kegiatan. “Di antaranya yang tengah dirancang adalah Camp Pemuda lintas Iman dalam upaya untuk membangun kesadaran kolektif pemuda lintas iman terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (Suw/Ter)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire