Top
Begin typing your search above and press return to search.

Prihatin aksi mandi dan buang susu, dokter aksi beli susu ke peternak Boyolali

Ratusan dokter yang  tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Boyolali, Jawa Tengah menggelar aksi Gerakan Beli Susu terhadap para peternak di Boyolali, Selasa (12/11).

Prihatin aksi mandi dan buang susu, dokter aksi beli susu ke peternak Boyolali
X
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Ratusan dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Boyolali, Jawa Tengah menggelar aksi Gerakan Beli Susu terhadap para peternak di Boyolali, Selasa (12/11). Para dokter membeli susu ke peternak kemudian dibagikan pada keluarga, tetangga, saudara dan juga disumbangkan ke Pondok Pesantren Dawar, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Ketua IDI Boyolali, Didik Suprapto mengatakan, gerakan beli susu pada peternak sapi di Boyolali, dilatarbelakangi oleh pengepul dan peternak sapi perah di Boyolali yang melakukan aksi protes dengan mandi dan membuang susu di Tugu Susu Tumpah, Jalan Pandanaran Boyolali, Jawa Tengah beberapa hari lalu.

Aksi mandi susu itu dilakukan sebagai bentuk protes atas pembatasan kuota di Industri Pengolahan Susu (IPS). Para peternak kecewa dengan kebijakan serapan susu sapi lokal yang berkurang.

"Aksi di Tugu Susu Tumpah itu menimbulkan kepedulian kami, sehingga Gerakan Beli Susu Boyolali ke peternak ini kami laksanakan, juga bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional. Kami mengimbau kepada teman-teman dokter untuk membeli susu sapi di peternak sebanyak 5 liter, namun Alhamdulillah mereka belinya malah lebih banyak. Selain untuk bakti sosial ke Pondok Pesantren juga untuk dikonsumsi sendiri," kata Didik Suprapto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto.

Kata Didik Suprapto, aksi ini dilakukan para dokter untuk membantu beban peternak, meski belum jadi solusi sepenuhnya, setidaknya bisa meringankan.

Ada sebanyak 135 dokter yang tergabung dalam IDI Boyolali. Mereka membagikan susu itu kepada para santri agar lebih sehat dan hebat.

Sementara itu, Ketua IIDI Boyolali, Suarni Neozilla juga prihatin dengan adanya aksi mandi susu di Tugu Susu Tumpah. Mengingat masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi.

"Susu Boyolali ini sudah jadi icon dan kekayaan di Boyolali, kalau ada yang terbuang sepertinya tidak patut. Sementara masih banyak anak-anak yang kekurangan gizi, di Boyolali angka stunting juga masih tinggi," katanya.

Dengan adanya kegiatan ini, Suarni Neozilla berharap bisa menumbuhkan antusias dan ikut menggalakan semangat Beli Susu Boyolali agar tidak terbuang.

Selain itu juga bisa memberi semangat pada para pengepul susu dan peternak sapi perah untuk menjual susu sapinya tidak hanya ke industri pengolah susu tapi juga bisa langsung ke masyarakat.

"Sehingga, para peternak tidak perlu takut jika ada peraturan pembatasan kuota dan kebijakan import dari pemerintah," tutup Suarni.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire