Pemerinah pastikan tidak ada perpindahan penduduk ke Papua
Pemerintah memastikan tidak ada pengiriman transmigran dari luar pulau ke Papua. Prosesnya, hanya ada transmigrasi lokal, yakni memindahkan penduduk ke lokasi yang lebih terjangkau, agar pembangunan SDM, infrastruktur dan perekonomian bisa merata.

Elshinta.com - Pemerintah memastikan tidak ada pengiriman transmigran dari luar pulau ke Papua. Prosesnya, hanya ada transmigrasi lokal, yakni memindahkan penduduk ke lokasi yang lebih terjangkau, agar pembangunan SDM, infrastruktur dan perekonomian bisa merata.
"Tidak ada lagi pemindahan penduduk dari luar Papua, tapi bagaimana penduduk lokal bisa hidup secara harmonis dengan warga transmigran," jelas Stafsus Kementrian Transmigrasi, Iti Octavia Jayabaya, Selasa, (12/11).
Mantan Bupati Lebak dua periode itu menerangkan bahwa, Kementrian Transmigrasi dibawah kepemimpinan M. Iftitah Sulaiman mempunyai program 100 hari kerja di era Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya, mengirim 111 Kepala Keluarga (KK) sebagai transmigran.
Mereka akan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, sebagai bentuk pemerataan perekonomian dan pembangunan.
"Ada sekitar 200 orang dengan tujuan Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat," tuturnya.
Pengiriman transmigran ke sejumlah daerah di Indonesia itu diharapkan bisa membawa kesejahteraan bagi para keluarga, penyebaran pembangunan hingga pengembangan ekonomi.
Sebelum diberangkatkan ke berbagai daerah di Indonesia sebagai transmigran, mereka akan diberi berbagai pembekalan, salah satunya pelatihan komando cadangan (komcad).
Kemudian dibekali keahlian dan sarana prasaran lainnya, agar bisa terus berkembang serta maju di daerah transmigran.
Jadwal keberangkatan sedang diatur, karena melibatkan lintas kementrian di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
"Mereka akan diberikan pembekalan komando cadangan (komcad) sebelum pemberangkatan dan ini menjadi transmigran pertama atau pionir yang akan dilepas bersama Menteri Transmigrasi, Menko Infrastuktur dan Menteri Pertahanan," ucapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Mamo Erfanto, Selasa (12/11).