Dua seniman UPI gelar 'Diversity of Nusantara Art' di AS
Tanggal 24-27 November 2024 merupakan tanggal yang bersejarah bagi Universitas Pendidikan Indonesia atau UPI.

Elshinta.com - Tanggal 24-27 November 2024 merupakan tanggal yang bersejarah bagi Universitas Pendidikan Indonesia atau UPI. Betapa tidak, karena salah satu karyanya yang bertajuk Diversity of Nusantara Art "DNA" mengangkat ekspresi artistik dua seniman Indonesia yang tinggal di Bandung dan New York City akan tampil di Konsulat Jendral RI di New York Amerika Serikat (AS).
Dalam keterangan persnya, Senin (11/11/2024) di Kampus UPI, praktisi seni dan dosen di Prodi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, Universitas Pendidikan Indonesia Warli Haryana mengatakan dirinya dan Jo Cowtre seorang seniman menghadirkan filosofi tradisi wayang, yang diekspresikan melalui pendekatan seni kontemporer menggunakan media hybrid, yaitu analog dan digital.
Diakui Warli, ia ingin mengeksplorasi tradisi lokal dan mencoba menjembatani generasi saat ini agar mengenal dan mencintai warisan budaya bersejarah. Dia berharap karya-karyanya dapat menginspirasi generasi muda, khususnya Gen-Z.
Menurut Warli Dalam dunia pendidikan, mengajarkan budaya lokal kepada generasi muda bukanlah hal yang mudah. Namun, dosen Desain Komunikasi Visual ini berhasil membawa angin segar dengan mengenalkan wayang kepada mahasiswanya, meski pada awalnya banyak dari mereka yang tidak familiar dengan seni tradisional Indonesia tersebut.
"Berdasarkan pengalaman saya mengajarkan Desain Komunikasi Visual selama empat tahun, awalnya mahasiswa kami tidak banyak yang mengenal wayang. Dari 50 mahasiswa, rata-rata hanya 5 hingga 10 yang tahu tentang wayang, itu pun sekadar nama tanpa mengenal tokoh-tokohnya," ujar Warli seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, Rabu (13/11).
Lambat laun, kata dia, mahasiswa mulai tertarik dan merasakan kedekatan dengan wayang setelah diberi penjelasan yang lebih mendalam.
“Kami tidak hanya memberi teori, tapi juga menampilkan karya wayang interaktif yang lebih modern. Wayang milenial yang kami tunjukkan sangat menarik perhatian mereka. Di sana, mereka juga belajar makna simbolik di balik setiap detail desain visualnya," lanjutnya.
Menurutnya, wayang bukan hanya tentang seni pertunjukan, tetapi juga sarana pembelajaran yang kaya akan teori desain.
Misalnya, warna dalam wayang memiliki makna mendalam, seperti warna putih yang melambangkan tokoh muda atau belum menikah, sementara hitam menunjukkan tokoh yang sudah menikah.
Wayang milenial yang kami tunjukkan sangat menarik perhatian mereka. Di sana, mereka juga belajar makna simbolik di balik setiap detail desain visualnya," lanjutnya.
Menurutnya, wayang bukan hanya tentang seni pertunjukan, tetapi juga sarana pembelajaran.
Sementara itu Rektor UPI Rektor UPI Prof Solehuddin didampingi Kabag Humas UPI Prof. Suhendra, M.Ed, Ph.D sangat mengapresiasi kegiatan tersebut bersama delegasi dari UPI setelah mengikuti kegiatan Conference di Nashville Vanderbilt University dan OHIO State University pada tanggal 19 sd 21 Nopember 2024, berencana akan menghadiri pembukaan pameran Warli Haryana yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 Nopember 2024 tersebut.