Bantu korban Badai Kristine, 10 anggota crew Helicopter MI 17 dapat penghargaan
Sebanyak 10 anggota crew helicopter MI 17 yang tergabung dalam Satuas Tugas Penangaan Badai Kristine di Filipina mendapat penghargaan bertepatan dengan HUT ke-65 Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Kamis (14/11).

Elshinta.com - Sebanyak 10 anggota crew helicopter MI 17 yang tergabung dalam Satuas Tugas Penangaan Badai Kristine di Filipina mendapat penghargaan bertepatan dengan HUT ke-65 Pusat Penerbangan Angkatan Darat, Kamis (14/11).
Komandan Pusat Penerbagan Angkatan Darat Mayjen TNI Zainuddin memberikan penghargaan kepada mereka di apron Apache Skadron 11/AAJ, Semarang. Di acara itu juga dilakukan penyematan Wing Penerbang TNI AD kepada Mayjen Zainuddin.
Satgas TNI yang dikirim sebagai duta Bangsa Indonesia dalam membantu korban bencana alam Badai Kristine di negara tetangga Filipina. Badai itu menyebabkan banjir dan tanah longsor. Tercatat ada 2 juta warga Filipina yang terdampak bencana itu. Ada puluhan warga meninggal dunia.
“Mereka melaksanakan misi kemanusiaan internasional. Mereka ikut terlibat menangani dampak badai Kristine,” ujar Mayjen Zainuddin di Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani Semarang, Kamis (14/11).
Ia menjelaskan bahwa penghargaan diberikan tidak hanya dari internal matra TNI AD, namun juga dari Pemerintah Indonesia dan Kementerian Pertahanan.
Zainuddin menjelaskan, para anggota TNI itu menggunakan Helikopter MI 17 TNI AD yang mampu memuat pasokan logistik untuk korban bencana alam.
“Perjalanan mereka sangat jauh. Dari Semarang ke Pangkalan Bun, ke Balikpapan, ke Palu, ke Manado, kemudian baru masuk ke Filipina. Perjalanan empat hari. Hari ketiga sebenarnya bisa masuk, namun terkendala badai sehingga terpaksa ditunda sehari,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.
Kehadiran mereka merupakan wujud kehadiran Indonesia untuk membantu warga negara lain yang mengalami bencana.Mereka bertugas sejak 28 Oktober sampai 12 November 2024.
"Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti evakuasi korban, penyaluran bantuan logistik, dan pemulihan infrastruktur. Kehadiran Satgas Helikopter TNI memberikan harapan dan semangat bagi penduduk Filipina yang terdampak badai tropis tersebut," ujarnya.
Komandan Helicopter MI 17, Kapten Dicky Yudha S mengatakan TNI disana tidak sendirian. Mereka Bersama kontingen dari Singapura, Brunei Darusalam dan Malaysia.
“Begitu tiba di sana, kami langsung bekerja untuk memberikan dukungan logistic ke daerah Naga. Tantangan terbesar yakni badai Kristine dengan kecepatan angin 30 hingga 40 knot,” ujarnya.
Mereka mampu melaksanakan tugas kemanusiaan tersebut. Logistik yang dibawa berupa makanan pokok dan air bersih serta air mineral. Total bantuan yang diberikan mencapai 6.708 kilogram.