Kasus TBC Kota Bekasi tembus 11.257, Dinkes lakukan deteksi dini
Kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Bekasi mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024.

Elshinta.com - Kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Bekasi mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024.
Dinas Kesehatan Kota Bekasi (Dinkes) melaporkan telah ditemukan sebanyak 11.257 kasus TBC sensitif obat dan 120 kasus TBC resistensi obat hingga saat ini.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bekasi, dr. Vevie Herawati mengatakan peningkatan angka TBC menunjukkan keberhasilan upaya deteksi dini.
"Penemuan kasus ini sebenarnya menunjukkan keberhasilan upaya deteksi dini. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat ditangani, semakin efektif memutus rantai penularan," kata dr. Vevie, Jumat (15/11).
Ia menjelaskan, data tahun 2023 menunjukkan tingkat kesembuhan yang cukup baik.
Dari 8.464 kasus, sebanyak 77 persen pasien berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan lengkap. Namun, dr. Vevie mengakui adanya tantangan dalam penanganan TBC di tahun 2024.
"Meski begitu, tantangan masih ada karena TBC membutuhkan pengobatan minimal 6 bulan, sedangkan kasus 2024 masih dalam proses pengobatan, sehingga belum bisa dievaluasi tingkat kesembuhannya," paparnya.
Lebih lanjut, dr. Vevie menekankan pentingnya upaya pencegahan mengingat penularan TBC melalui udara dan droplet.
"Kuman TBC menyukai tempat lembab dan kurang cahaya. Gizi buruk juga meningkatkan risiko karena menurunkan daya tahan tubuh," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamzah Aryanto.
Peningkatan kasus ini mendorong Dinkes Kota Bekasi untuk memperkuat upaya deteksi dini dan edukasi masyarakat terkait pencegahan TBC.