Top
Begin typing your search above and press return to search.

Membangun SMA Unggulan

Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) menandatangani nota kesepahaman dengan Yayasan Pendidikan Kemala Taruna Bhayangkara (YPKTB) dalam rangka mempersiapkan pendirian SMA Unggulan Taruna Kemala Bhayangkara, dengan kurikulum International Baccalaureate (IB).Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) menandatangani nota kesepahaman dengan Yayasan Pendidikan Kemala Taruna Bhayangkara (YPKTB) dalam rangka mempersiapkan pendirian SMA Unggulan Taruna Kemala Bhayangkara, dengan kurikulum International Baccalaureate (IB).

Membangun SMA Unggulan
X
Yaspen Kader Bangsa Indonesia bersama Yaspen Kemala Taruna Bhayangkara. (foto: ist)

Elshinta.com - Jakarta – Bertempat di Mabes Polri, Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) menandatangani nota kesepahaman dengan Yayasan Pendidikan Kemala Taruna Bhayangkara (YPKTB) dalam rangka mempersiapkan pendirian SMA Unggulan Taruna Kemala Bhayangkara, dengan kurikulum International Baccalaureate (IB).

Disaksikan oleh Kapolri, penandatanganan dilakukan oleh Ketua YPKTB, Irjen Dedi Prasetyo (As SDM Kapolri) dengan Ketua YPKBI, M Zaky Ramadhan. Kegiatan dihadiri pendiri dan pengurus YPKBI: Dirgayuza Setiawan, Miftah Sabri, Dwi A Yuliantoro, Devie Rahmawati, Kemal Nasser, Vandika Anwari, Ryanda Adiguna.

“Pembangunan SMA Taruna Kemala Bhayangkara mengutamakan empat dimensi keberhasilan, yakni teknologi, kualitas pengajar, penerapan kurikulum, hingga ketersediaan sarana dan prasarana. Keunggulan dari SMA Taruna Kemala Bhayangkara sesuai dengan arahan dari Bapak Kapolri dan Ibu Ketum adalah kekhasan kebayangkaraan, ini terus kita tanamkan dari mulai rekrutmen, selama pendidikan, dan setelah pendidikan. Ini kekhasan daripada seluruh SMA atau sekolah-sekolah yang di bawah naungan Yayasan kemala Bhayangkari, yang tidak dimiliki SMA unggulan lainnya. Meski bertaraf internasional, tetap menjaga kearifan lokal,” ujar Irjen Dedi

“IB adalah kurikulum terbaik untuk mencetak seorang pemimpin, karena metode belajarnya membuat anak berpikir kritis, menjadi seorang pembelajar serta mampu memecahkan masalah dengan baik. Kendala yang dihadapi adalah, sekolah berkurikulum IB di Indonesia hanya tersedia 5.000 kursi. Sementara, tiap tahun 4 juta anak lahir. Mayoritas anak-anak kita di kelas menengah ke bawah tidak memiliki sarana prasarana atau ruang belajar khusus di rumah, untuk bisa menjadi siswa IB yang berprestasi. Oleh karenanya kita memerlukan sekolah IB yang berasrama,” seru Dirgayuza Setiawan, Pendiri YPKBI.

“Persiapan Pembangunan diawali dengan Pembangunan masjid SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Gunung Sindur, Bogor. YPKBI memiliki ekosistem kemitraan dengan lembaga di dalam dan luar negeri ber-reputasi dunia, yang bahkan sudah membangun lebih dari 600 SMA Unggulan di seluruh dunia. Direncanakan, YKPBI akan mendirikan sedikitnya empat Akademi Kader Bangsa dan satu Akademi Guru Kader Bangsa,” tutup Devie Rahmawati, Wakil Ketua Yaspen Kader Bangsa Indonesia. (Dd)

Sumber : Sumber Lain

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire