Top
Begin typing your search above and press return to search.

Erlinda MPd sempat dianggap Charlie's Angels di Palembang

Sosok Erlinda MPd begitu identik dengan dunia perempuan dan anak. Lebih dari separuh hidupnya diabdikan pada aksi membela kaumnya dan anak-anak. Sebelum tercatat sebagai Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Kepresidenan (KSP), perempuan asal Palembang ini aktif salah satunya sebagai komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia).

Erlinda MPd sempat dianggap Charlies Angels di Palembang
X
Erlinda, aktivis, Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Foto: tangkapan layar YouTube Elshinta Women Value

Elshinta.com - Sosok Erlinda MPd begitu identik dengan dunia perempuan dan anak. Lebih dari separuh hidupnya diabdikan pada aksi membela kaumnya dan anak-anak. Sebelum tercatat sebagai Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Kepresidenan (KSP), perempuan asal Palembang ini aktif salah satunya sebagai komisioner KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia).

Sejak kecil dunia aktivis sudah melekat dalam hidup Kak Erlinda, sapaan akrabnya. "Dulu saat kecil di Palembang alhamdulillah mama dan papa sering membantu anak-anak yang tidak beruntung yang tinggal tak jauh dari rumah kami," ungkapnya kepada host Krisanti dalam podcast Women Value Elshinta di YouTube, beberapa waktu lalu.

Terlahir dan dibesarkan dalam keluarga berkecukupan, namun Erlinda dan saudara-saudara punya kepeduliaan besar pada nasib tak beruntung kaum marginal. "Saya dan 2 saudara perempuan sampai disebut Charlie's Angels," ucap Erlinda sambil terkekeh. Charlie's Angels merujuk pada drama TV Negeri Paman Sam yang ngetop tahun 1970-an. Kisahnya fiktif tentang 3 srikandi cantik detektif pembela kebenaran dan pembasmi kejahatan.

Pindah ke Jakarta, naluri Erlinda untuk membela kaumnya dan bocah-bocah tidak beruntung makin kuat. "Saya focus di yayasan untuk perempuan dan anak," ujar perempuan kelahiran 11 Maret 1978 ini. Tahun 2011 Erlinda aktif di KPAI dan meninggalkan pekerjaannya sebagai manager officer sekaligus dosen.

Sejumlah kasus sempat ditangani Erlinda saat di KPAI. Sebut saja, kasus pembunuhan yang menimpa Angeline, bocah cilik cantik di Bali. "Saya juga tangani kasus kekerasan seksual di sebuah sekolah internasional beberapa waktu lalu," imbuh Erlinda.

Rasa empati pada kaum lemah juga menurun pada anak-anak Erlinda. Keduanya kini bersekolah di Inggris dengan mendapatkan beasiswa. "Salah satu anak saya yang sudah magang sering menitipkan uang ke saya. Katanya, Ma ini terserah mau dimasukin ke yayasan atau bagaimana. Untuk bantu-bantu kegiatan mama meng-handle kasus ya," kata Erlinda menirukan ucapan sang anak. (Ter)

 

 

 

 

 

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire