Top
Begin typing your search above and press return to search.

Wapres Gibran dorong coding untuk SD, Pakar: Uji coba dulu

Rencana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasukan pelajaran coding dan AI (Artificial Intelligence) ke dalam kurikulum siswa SD dan SMP perlu dipelajari lebih dalam. Kebijakan itu bisa diujicoba dulu di satu sekolah sebelum benar-benar diterapkan di Indonesia.

Elshinta.com - Rencana Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memasukan pelajaran coding dan AI (Artificial Intelligence) ke dalam kurikulum siswa SD dan SMP perlu dipelajari lebih dalam. Kebijakan itu bisa diujicoba dulu di satu sekolah sebelum benar-benar diterapkan di Indonesia.

"Tapi uji coba dalam small school ya, sekolah yang kecil. Kecil maksudnya bukan kecil ukurannya, tapi sekolah yang terbatas, supaya nanti success story dari uji coba itu bisa direplikasi ke sekolah-sekolah lain," ujar Rektor Universitas Teknologi Muhammadiyah (UTM) Jakarta, Agus Suradika ditemui di Kampus UMJ, Cirendeu, Tangsel, Minggu (17/11/2024).

Agus Suradika mengatakan, sekolah yang memiliki keterbatasan itu dipilih untuk menjadi lokasi uji coba agar nantinya sekolah-sekolah di daerah yang memiliki keterbatasan sekalipun bisa menerapkan kurikulum ini.

Uji coba itu kata Agus, perlu dilakukan untuk melihat layak tidaknya pelajaran coding dan AI menjadi mata pelajaran siswa SD maupun SMP. Pemerintah juga harus mengambil penilaian pakar sebagai pertimbangan mengambil keputusan.

"Lalu yang kedua, kalau layak, itu efektif apa tidak? Jadi dua pertanyaan itu yang harus dijawab. Modelnya sudah ada, tapi sebagai sebuah gagasan, dia perlu dikembangkan dengan melihat karakterisasi dari sekolah yang dibutuhkan, ciptakan sekolahnya, lengkapi sarana-perasarananya, setelah itu uji coba," tandas Agus yang pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta periode 2011-2014.

"Tapi kalau ini langsung diterapkan secara massal, khawatirnya kan banyak sekolah-sekolah di daerah yang belum siap. Saya kira Mas Menteri kita, Mas Mu'ti paham betul mengenai itu, dan kita berharap tidak berlaku secara nasional dulu," ujarnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, anak usia dini seperti siswa SD, sebenarnya perlu mendapat pelajaran seputar baca, tulis, berhitung. Jika mereka harus menerima pelajaran yang lebih kompleks yang berkaitan Artificial Intelligence, harus ada format yang sesuai dengan usia mereka.

"Batas usia itu, apakah sudah perlu pengetahuan tentang Artificial Intelligence. Ini yang saya kira harus betul-betul digali gagasan ini, jangan sampai seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya itu hanya karena keinginan, bukan karena kebutuhan. Jadi dasarnya adalah sudah butuh atau belum," katanya.

Selain itu, Agus juga menyoroti sarana-prasaran sekolah di Indonesia secara umum. Pelajaran AI yang berbasis internet kata Agus perlu fasilitas internet yang memadai.

"Tentu kalau sudah berbicara AI, semua harus berbasis pada internet, punya sinyal dan sebagainya. Nah itu Indonesia sudah siap atau belum?," tandasnya.

Wapres Gibran Rakabuming Raka sebelumnya mengatakan pentingnya siswa SD dan SMP belajar coding dan AI. Menurut Gibran, Ia tidak ingin Indonesia kalah dengan India yang sudah terlebih dahulu mengajarkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan coding.

"Jangan sampai kita kalah dengan India. Karena sekali lagi Bapak-Ibu, untuk menuju Indonesia emas kita butuh generasi emas," kata Gibran dikutip dari akun YouTube Kemendikdasmen, Jumat (15/11/2024). (Rap/Ter)

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire