Pemkab Semarang temukan 10 kasus stunting di dua desa
Pemkab Semarang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) melakukan audit stunting semester 2 tahun 2024 di dua desa rawan kasus. Dari audit ditemukan beberapa kasus stunting.

Elshinta.com - Pemkab Semarang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) melakukan audit stunting semester 2 tahun 2024 di dua desa rawan kasus. Dari audit ditemukan beberapa kasus stunting.
Hal itu mengemuka pada rapat pemaparan hasil audit untuk menyusun rencana tindak lanjut yang dibuka oleh Pelaksana tugas (Plt) Bupati Semarang Basari di aula Kantor DPU, Jalan Hasyim Ashari, Ungaran, Selasa (19/11/2024).
Pelaksana tugas Kepala DP3AKB Kabupaten Semarang Dwi Saiful Noor Hidayat melaporkan, penanganan kasus stunting dilakukan secara intensif. Intervensi dilakukan secara personal by name by addres bayi usia diibawah dua tahun (baduta) sehingga dapat sesuai dengan kebutuhan.
Audit kasus stunting 2 tahun 2024 dilakukan di dua desa risiko tinggi yakni di Sepakung, Banyubiru dan Desa Kalongan, Ungaran Timur. Hasilnya ditemukan 10 baduta termasuk kategori pendek dan sebelas lainnya memiliki berat badan kurang. Ada 16 baduta yang belum memiliki asuransi kesehatan ( BPJS ).
"Kami akan segera tindaklanjuti untuk membantu (mendapatkan kartu kepesertaan)," ujar Dwi Saiful seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Rabu (20/11).
Audit juga menemukan calon pengantin (catin) mengalami anemia dan berisiko kekurangan energi kronik (KEK). Sedangkan 15 ibu hamil mengalami masalah serupa.
Data di Dinas Kesehatan, angka prevalensi stunting Kabupaten Semarang sampai dengan September 2024 tercatat 3,1 persen. Angka itu terendah kedua Jawa Tengah setelah Kota Semarang.
"Meski memiliki kecendrungan menurun, kita akan terus tangani sampai mendekati zero stunting," tegas Dwi Saiful.
Plt Bupati Semarang Basari mengimbau para petugas penyuluh lapangan KB, petugas kesehatan di Puskesmas yang menghadiri rapat untuk menggunakan hati nurani saat ikut serta menangani kasus stunting.
"Memang hampir semua pekerjaan mengharapkan upah. Namun untuk penanganan kasus stunting saya berharap bapak ibu sekalian bekerja dengan ikhlas untuk kemanusiaan," harap Basari.