358.000 hektar tanah TNI siap ditanami bahan pangan pokok
TNI menyediakan lahan seluas 358.000 hektar (ha) untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Astacita Presiden Prabowo Subianto dalam bidang ketahanan pangan. Lahan itu akan ditanami aneka tanaman bahan pangan semusim. Saat ini adalah jagung. Lahan itu berada di seluruh Komando Daerah Militer di seluruh Indonesia.

Elshinta.com - TNI menyediakan lahan seluas 358.000 hektar (ha) untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Astacita Presiden Prabowo Subianto dalam bidang ketahanan pangan. Lahan itu akan ditanami aneka tanaman bahan pangan semusim. Saat ini adalah jagung. Lahan itu berada di seluruh Komando Daerah Militer di seluruh Indonesia.
Dengan hasil pangan yang melimpah diharapkan mampu mendukung program makan siang gratis bergizi untuk siswa SMA di seluruh Indonesia terwujud.
Panglima TNI Jendral Agus Subiyanto seusai melakukan penanaman jagung di lahan TNI di Tembalang, Semarang bersama Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, Kamis (21/11) menjelaskan, "TNI juga menargetkan pompanisasi lahan pertanian seluas 1.000.100 ha dengan ketersediaan pompa sebanyak 70.629 unit yang mampu mengairi 908.000 ha. Itu berarti telah mencapai 78,77 persen."
Khusus di Kodam IV/Diponegoro tiap Kodim menyiapkan lahan 200 ha dan juga menyediakan lahan tidak produktif seluas 1.981 ha untuk dijadikan lahan produktif. Di Kodam IV ini pula disediakan 5.458 unit pompa air untuk mengairi lahan 163.502 ha atau mampu mengairi 97,59 persen lahan yang ada.
Sementara itu Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo menambahkan pinjaman lahan dari TNI untuk dijadikan penanaman bahan pangan sangat mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional dan program makan siang gratis bergizi.
"Selain itu Polri juga akan mengawal distribusi pupuk untuk pertanian agar tepat sasaran," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.
Bukti keberhasilan penanamann jagung oleh TNI sudah ada di Kabupaten Kendal. Pada musim tanam pertama di 241 ha mampu menghasilkan 1.500 ton atau setara 8 ton setiap ha-nya. Lahan yang tersedia ada di beberapa wilayah seperti di Banyumas 150 ha, Cilacap 300 ha, dan di Semarang 350 ha.