7.519 personil gabungan diterjunkan, amankan TPS di Kudus
Apel pergeseran pasukan pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 dilaksanakan di Alun-alun Simpang 7 Kudus, Senin (25/11). Ada 7.519 personil gabungan dari Polres Kudus, BKO Brimob , TNI dan Limnas yang akan bertugas menjaga TPS di Kabupaten Kudus.

Elshinta.com - Apel pergeseran pasukan pengamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 dilaksanakan di Alun-alun Simpang 7 Kudus, Senin (25/11). Ada 7.519 personil gabungan dari Polres Kudus, BKO Brimob , TNI dan Limnas yang akan bertugas menjaga TPS di Kabupaten Kudus.
Kapolres Kudus, AKBP Ronni Bonic dalam amanatnya mengatakan, apel ini dilaksanakan dalam rangka pengecekan kesiapan personel mau pun peralatan yang diterjunkan dalam pengamanan tahap pemungutan suara Pilkada 2024 di wilayah Kabupaten Kudus.
"Apel pergeseran pasukan diselenggarakan sebagai bentuk respon terhadap perkembangan lingkungan strategis, baik pada tataran regional, nasional mau pun global yang bergerak begitu cepat dan dinamis. Terutama yang berimplikasi kepada aspek keamanan dan ketertiban," katanya.
Ia menambahkan, apel pergeseran pasukan juga sebagai kesiapan semua dalam mengantisipasi dan mengamankan tahapan pemungutan dan perhitungan suara, Pilihan Gubernur JawaTengah maupun Pilihan Bupati Kudus.
"Pengamanan dilaksanakan di 132 desa dan kelurahan, dengan jumlah TPS 1.160. Pengamanan membutuhkan 7.519 personel pengamanan yang terdiri dari personel Polres Kudus, BKO Brimob dibantu personil TNI dan Linmas," papar Kapolres seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (25/11).
Kapolres berharap, dengan jumlah personel pengamanan yang disiapkan tersebut, seluruhnya dapat melaksanakan tugas pengamanan di wilayah Kabupaten Kudus dengan baik. Sehingga pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara bisa berjalan aman, tertib dan lancar.
"Saya selaku pimpinan apel menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta apel yang nantinya akan melaksanakan pengamanan untuk memelihara dan mewujudkan situasi aman dan kondusif. Secara tekun dan aktif mengikuti perkembangan situasi, jangan underestimate atau menganggap remeh masalah sekecil apa pun", ungkapnya.
Untuk wilayah yang memiliki resiko rawan bencana, agar personil tetap mengamati perkembangan situasi apabila terjadi bencana alam di sekitar lokasi pengamanan. Ia berpesan terkait netralitas dalam pengamanan tidak boleh memihak salah satu pasangan calon. Berikan pelayanan kepada masyarakat dengan semangat, disiplin, tanggung jawab, tulus dan ikhlas sehingga pengamanan bisa berjalan aman, tertib dan terkendali juga bernilai ibadah.