Kembali berdinas, Bupati Etik Suryani langsung tancap gas sidak proyek
Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah Etik Suryani kembali berdinas sebagai kepala daerah usai cuti panjang untuk kampanye Pilkada selama dua bulan penuh.

Elshinta.com - Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah Etik Suryani kembali berdinas sebagai kepala daerah usai cuti panjang untuk kampanye Pilkada selama dua bulan penuh. Jajaran pegawai pemerintahan dilingkungan sekretariat daerah menggelar apel pagi seluruh aparatur sipil negara (ASN), langsung dipimpin oleh bupati, Senin (25/11).Usai menggelar apel ASN, Etik Suryani langsung melaksanakan inspeksi mendadak ke sejumlah proyek strategis pemerintah daerah.
Menurut bupati, proyek pembangunan infrastruktur pemeritah ini memasuki akhir masa kontrak. Seperti pembangunan gedung serba guna eks kantor DPRD Sukoharjo dan laboratorium kesehatan daerah (Labkesda). Dua proyek besar daerah ini merupakan bagian dari 12 program prioritas infrastruktur yang harus selesai akhir 2024. Sebab, sumber biaya adalah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024.
"Bersyukur Gedung Budi Sasono sudah mencapau 98 persen," kata dia seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.
Dikatakan Etik Suryani, hampir seluruh program prioritas sudah memasuki tahap penyelesaian akhir. Pemkab tetap optimis semua proyek pembangunan infrastruktur selesai tepat waktu. "Mudah-mudahan memberikan manfaat untuk semua masyarakat Sukoharjo, Gedung pertemuan ini nanti untuk umum dengan teknis sewa yang sudah diatur. Kapasitasnya bisa menampung 5.000 orang," bebernya.
Untuk diketahui, program peningkatan infrastruktur yang menjadi prioriotas pemerintah daerah sepanjang tahun 2024 meliputi pembangunan gedung pertemuan, labkesda, pembangunan jembatan dan peningkatan kuantitas maupun kualitas jalan. Selain itu, juga dilaksanakan rehabilitasi dan perbaikan saluran drainase, jaringan irigasi serta perbaikan jaringan penerangan jalan umum dititik strategis. Pembangunan gedung serba guna merupakan proyek dengan nilai anggaran paling besar yakni hampir mencapai Rp40 miliar.