Top
Begin typing your search above and press return to search.

Meraup cuan dan bonus lingkungan hijau berkat Bank Sampah Ganis Mulyo, Desa Gondangmanis  

Prihatin dengan sampah yang menumpuk di sekitar lingkungan rumahnya. Ahmad Munaji Warga Desa Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah tergerak mengajak tetangga mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat serta menghasilkan 'cuan'.

Meraup cuan dan bonus lingkungan hijau berkat Bank Sampah Ganis Mulyo, Desa Gondangmanis  
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Prihatin dengan sampah yang menumpuk di sekitar lingkungan rumahnya. Ahmad Munaji Warga Desa Gondangmanis Kecamatan Bae Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah tergerak mengajak tetangga mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat serta menghasilkan "cuan". Tidak hanya mengelola, limbah rumah tangga tersebut, bahkan kini mampu dikonversi menjadi pendapatan yang cukup menjanjikan. Sampah yang biasanya hanya berakhir di tempat pembuangan dan menjadi sumber penyakit karena dibiarkan menumpuk sekarang sudah tidak ada lagi. Bank sampah yang diberi nama "Bank Sampah Ganis Mulyo" telah menjadi harapan baru bagi warga.

Laiknya bank konvensional, limbah-limbah rumah tangga ini dikelola dengan sistem tabungan. Setelah menyetor, sampah ditimbang, lalu dicatat di buku tabungan. Bank Sampah yang berlokasi dii Dukuh Kayuapu Kulon Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae Kabupaten Kudus, telah menunjukkan keberhasilan dengan menghasilkan pendapatan mencapai hingga Rp 20-25 juta per tahun atau setara 15 -20 ton sampah. Nasabah bank sampah ini, sudah sebanyak 250 orang tidak hanya warga Desa Gondangmanis tetapi desa sekitar juga ada yang ikut menabung.

Menurut Munaji, pihaknya menjadi salah satu pegiat lingkungan yang mendapatkan bantuan tanaman penghijauan dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation dan menjadi mitra binaan. Sebanyak 2000 lebih tanaman seperti Tabebuiya, Trembesi, Kupu-kupu, Flamboyan, Tanjung dan tanaman lainnya telah ditanam dikawasan Desa Gondangmanis dan Desa sekitar untuk penghijauan. "Pembinaan sejak tahun 2019 sampai sekarang sudah 3 kali diberikan bantuan benih. Ada 2000 bibit tanaman dan pupuk organik yang diberikan. Bibit-bibit itu sudah menghijaukan kawasan Desa Gondangmanis maupun kawasan desa lain dan sudah bisa dinikmati hasilnya", ujarnya.

Ahmad Munaji yang merupakan Pembina Bank Sampah Ganis Mulyo, mengatakan, penyetoran sampah di Bank Sampah dilakukan secara terjadwal setiap Minggu pagi antara pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. Nasabah membawa sampah yang telah dipilah, sehingga proses pengelompokan dan penjualan lebih mudah.

“Semua jenis sampah baik organik maupun anorganik diterima di sini, kecuali pampers. Sampah organik sisa makanan diolah menjadi eco-enzyme atau pupuk kompos. Sedangkan untuk sampah anorganik seperti plastik, kertas, besi, jelantah dan lainnya diterima di kantor bank sampah untuk dijual ke pengepul. Pupuk kompos dibagikan ke warga secara gratis untuk pupuk tanaman maupun dijual kembali", katanya saat di Bank Sampah, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (26/11).

Ia menjelaskan, pendapatan yang diperoleh dari menabung sampah bervariasi mulai dari Rp 100 ribu hingga 1 juta per tahun. Untuk pencairan tabungan 2 kali dalam setahun.

Kajian Dinas PKPLH Kabupaten Kudus daya timbulan sampah dikabupaten Kudus pada tahun 2022 terdapat 31 855.73 ton pertahun. Khusus untuk dukuh Kayuapu Kulon timbulan sampah perorangan perhari 0,5 kilogram. Dengan total penduduk 4689 jiwa maka pertahun bisa mencapai 855.743 kilogram. Padahal sampah itu hanya dikelola 33 persen saja sisanya dibuang ke TPA Tanjungrejo.

Ia juga menyampaikan, tujuan utama keberadaan bank sampah untuk mengurangi dampak pemanasan global dan bencana lingkungan. Penanaman pohon juga merupakan bagian dari upaya mereka dalam menjaga lingkungan. Berkat bank sampah kini warga tidak lagi membuang sampah ke sungai, membakar sampah dan juga bisa mengedukasi warga untuk hemat plastik dengan cara membawa kantong dari rumah saat berbelanja. Menjadi pionir dalam gerakan literasi lingkungan dan perubahan iklim, Desa Gondangmanis telah menjalankan program Proklim. Program ini mengajak masyarakat secara sukarela dalam aksi menurunkan emisi gas rumah kaca. Dengan fokus pada adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Sehingga, diharapkan dapat menurunkan suhu bumi hingga 2 derajat celcius.

Menurut Munaji, indikator kualitas lingkungan untuk pengukurannya kualitas dikabupaten Kudus diukur dengan menggunakan standar nasional yakni indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH). Capaian IKLH Kabupaten Kudus tahun 2022 adalah 54,88.

Dijelaskan, tata Kelola lingkungan melibatkan kolaborasi stakeholder sehingga menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan. Tidak hanya pihak Desa tetapi juga masyarakat untuk membantu mengelola makanya ada berbagai kegiatan seperti bank sampah, pembuatan embung, instalasi penampungan air hujan, pembuatan biopori, pemasangan PLTS, hingga penanaman cabai dan tomat di rumah-rumah warga menjadi bagian dari upaya adaptasi dan mitigasi.

Berkat kegigihannya ini akhirnya mendapatkan reward sebagai Proklim Lestari oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Kini, ia tidak hanya menjadi Pembina Proklim Desa Gondangmanis saja tetapi juga merambah ke Desa-Desa lain dikabupaten Kudus bahkan sampai ke luar daerah. Banyak juga masyarakat yang datang belajar mengelola sampah termasuk para pelajar seperti dari Semarang, Jepara, Pati dan Magelang.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire