Jalan penghubung dua desa di Purwakarta akhirnya selesai diperbaiki
Setelah menunggu hampir delapan tahun, warga Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat akhirnya bisa bergembira. Pasalnya jalan yang rusak di desa tersebut sudah selesai dibangun dengan rabat beton.

Elshinta.com - Setelah menunggu hampir delapan tahun, warga Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat akhirnya bisa bergembira. Pasalnya jalan yang rusak di desa tersebut sudah selesai dibangun dengan rabat beton.
Jalan yang dibangun dengan rabat beton itu menghubungkan dua desa yaitu dari Pasir Angin ke Nangewer tepatnya di Kampung Citamiang.
Akses inipun bisa menjangkau ke perkotaan Purwakarta dan juga ke Kabupaten Bandung Barat.
Sebelumnya jalan sepanjang 300 meter ini rusak parah dan warga di Kampung Citamiang Desa Nangewer kesulitan berakivitas secara lancar karena terkendala jalan yang rusak.
Terutama saat musim penghujan turun, akses jalan berubah menjadi berlumpur sehingga sulit dilintasi baik oleh pejalan kaki maupun kendaraan.
Padahal jalan tersebut menuju kota kecamatan maupun kota Purwakarta, dan terdapat ratusan KK di wilayah itu menggantungkan jalan tersebut.
Kepala Desa Nangewer, Kecamatan Darangdan, Asep Munajat, Kamis, (28/11) mengatakan, jalan rusak sepanjang 300 meter itu sekarang sudah bagus, dibangun tahun 2023 dengan rabat beton atas swakelola masyarakat sekitar, dengan menggunakan biaya dari pos Dana Desa.
Menurut Asep, jalan tersebut rampung di bulan Juli 2023 dan dapat diselesaikan lebih cepat dari rancana semula.
"Ini menjadi 'triger' daya ungkit ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena aksesibilitas yang baik dan mudah," ujar Asep seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandi, Kamis (28/11).
Warga Desa Nangewer dan masyarakat sekitarnya sudah lama menginginkan jalan rusak itu dibangun. "Karena di sana ada potensi tanaman singkong, teh, manggis dan palawija," ungkap Asep.
"Sekarang jalan sudah bagus, dengan demikian secara ekonomi dapat mengakselerasi kegiatan ekonomi dan meningkatkan UMKM di Desa Nangewer," ucap Asep.
Sementara menurut salah satu warga Kampung Pasir Jeruk Desa Nangewer, Ikin, warga sekitar menggantungkan kegiatan ekonominya dari bertani, semisal menanam jagung, singkong dan teh.
Hanya secara umum komoditas di daerahnya kalah bersaing dengan yang berasal dari kecamatan lain di Purwakarta yang komoditasnya cukup banyak.
Ikin menyebutkan, dengan selesainya jalan Pasir Angin yeng menghubungkan ke Desa Nangewer, warga setempat lebih mudah untuk menjual hasil panennya baik ke kota Purwakarta maupun ke Kabupaten tetangga sehingga ekonomi warga meningkat.
Selain itu, Ikin juga menjelaskan bahwa sebelumnya saat anak-anak bersekolah pakaian jadi kotor saat tiba di tempat belajar lantaran terciprat lumpur.
"Kini kami bersyukur karena kondisi jalan di kampung kami telah berubah dengan baik," ujarnya.