Operasi Modifikasi Cuaca hari Ke-4 di Curug
Kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca kembali dilaksanakan di Bandara Budiarto, Curug, melibatkan total 25 personil dari BPBD, PT. SAI, dan BMKG, Senin (16/12/2024). Pada hari keempat penyemaian awan dioptimalkan dengan area semai di sekitar selat Sunda, Barat; Kep.Seribu dan wilayah perairan Timur Lampung.
.jpeg)
Elshinta.com - Kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca kembali dilaksanakan di Bandara Budiarto, Curug, melibatkan total 25 personil dari BPBD, PT. SAI, dan BMKG, Senin (16/12/2024). Pada hari keempat penyemaian awan dioptimalkan dengan area semai di sekitar selat Sunda, Barat; Kep.Seribu dan wilayah perairan Timur Lampung.
Pertumbuhan awan potensial berlangsung pada pagi hingga sore hari. Kecepatan pergerakan awan relatif lambat akibat adanya perlambatan kecepatan angin dibandingkan dng hari sebelumnya dengan arah angin dari Barat wilayah Banten dan DK Jakarta.
Penyemaian berhasil dilaksanakan dengan lancar, mengoptimalkan pertumbuhan awan potensial di wilayah operasi, dikutip siaran pers yang diterima Radio Elshinta.
Seperti diketahui, operasi modifikasi cuaca adalah upaya merekayasa kondisi atmosfer. Tujuannya mencapai cuaca yang diinginkan, seperti meningkatkan atau mengurangi curah hujan. Metode ini melibatkan penyemaian awan dengan bahan tertentu, seperti garam NacL atau perak iodida, menggunakan pesawat terbang.
"Tim OMC berupaya mempercepat turunnya hujan dengan menebar garam di awan sesuai target yang telah diperhitungkan flight scientist BMKG dengan memanfaatkan 4 radar milik BMKG yang berlokasi di Tangerang, Bandar Lampung, Jakarta dan Purwakarta,’ kata Mohamad Yohan Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, dalam keterangan tertulis.
Proses tebar garam, tambahnya, hanya dilakukan pada awan yang posisinya masih ada di atas permukaan laut, apabila sudah melewati daratan awan kita biarkan menjadi hujan secara alami.
Penulis: Vivi Trinavia/Ter