Jembatan Kayu Hutan Bambu Desa Penglipuran tingkatkan kunjungan wisatawan
Desa Wisata Penglipuran yang berada di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali telah meluncurkan fasilitas penunjang wisata terbaru berupa jembatan yang terbuat dari bahan kayu. Peluncuran ikon baru tersebut juga bertepatan dengan momentum menyambut datangnya liburan Natal dan Tahun Baru.

Elshinta.com - Desa Wisata Penglipuran yang berada di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali telah meluncurkan fasilitas penunjang wisata terbaru berupa jembatan yang terbuat dari bahan kayu. Peluncuran ikon baru tersebut juga bertepatan dengan momentum menyambut datangnya liburan Natal dan Tahun Baru.
Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, Wayan Sumiarsa dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa jembatan kayu yang membelah hutan bambu tersebut menghubungkan area Desa Penglipuran hingga menuju kawasan Hutan Bambu seluas 45 hektar.
Peluncuran fasilitas ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan wisatawan saat menikmati keindahan alami hutan bambu yang menjadi magnet daya tarik ikonik Desa Penglipuran.
Jembatan kayu sepanjang puluhan meter ini dibangun dengan material berkualitas tinggi untuk memastikan keamanan pengunjung.
Berjalan di atas jembatan ini, wisatawan dapat menikmati keunikan suasana hutan bambu yang rindang dan sejuk.
Di sepanjang jalur jembatan, tersedia spot-spot foto estetik yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung.
“Pembangunan jembatan ini (jembatan kayu) merupakan salah satu upaya kami dalam meningkatkan kualitas wisata di Penglipuran. Kami ingin memberikan pengalaman yang aman dan nyaman kepada wisatawan, terutama saat menikmati keindahan Hutan Bambu,” kata Kepala Pengelola Desa Wisata Penglipuran, Wayan Sumiarsa, Senin (16/12).
“Dengan adanya jembatan ini, wisatawan dapat lebih leluasa menjelajahi hutan tanpa kendala akses,” tambahnya.
Hutan Bambu di Desa Penglipuran selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi foto favorit wisatawan karena keindahannya yang memukau.
Dengan adanya jembatan baru ini, akses wisatawan ke Hutan Bambu kini lebih mudah dan menyenangkan. Selain itu dengan adanya jembatan kayu tersebut tentu saja juga diharapkan akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun internasional yang datang ke Bali.
Dari gambar-gambar yang terekam, tampak wisatawan menikmati jalur jembatan sambil berpose di bawah rindangnya pepohonan bambu, menciptakan suasana asri yang cocok untuk konten media sosial.
“Jembatan ini membuat perjalanan kami ke Hutan Bambu jadi lebih seru. Spot fotonya juga luar biasa, apalagi kalau pagi hari saat cahaya matahari tembus di sela-sela bambu,” kata kata seorang pengunjung yang turut hadir dalam peluncuran jembatan kayu tersebut.
“Kami berharap dengan fasilitas ini, jumlah kunjungan wisatawan dapat meningkat signifikan di musim liburan Natal dan Tahun Baru,” kata Wayan Sumiarsa seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Selasa (17/12).
“Selain itu, kami juga berkomitmen untuk terus menjaga kelestarian lingkungan agar wisatawan dapat menikmati keindahan Desa Penglipuran secara berkelanjutan,” sambungnya
Pembangunan jembatan kayu ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berlibur ke Desa Wisata Penglipuran.
Selain itu, desa juga menyiapkan acara khusus seperti seni pertunjukan tradisional, kuliner khas, dan paket wisata edukasi untuk melengkapi liburan pengunjung.
Sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan alam, Desa Penglipuran terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan.
Keberadaan Hutan Bambu yang dikelola dengan baik ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga sebagai simbol harmoni antara manusia dan alam.
Dengan fasilitas baru yang ramah wisatawan ini, Desa Wisata Penglipuran siap menyambut Natal dan Tahun Baru dengan pengalaman wisata yang berkesan, aman, dan nyaman bagi seluruh pengunjung.