Top
Begin typing your search above and press return to search.

Anak difabel, suami struk warga Perkotaan ini dapat BLT DD dan kursi roda

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mulai disalurkan. BLT DD tahap terakhir ini disalurkan dari bulan Oktober, November dan Desember senilai Rp.900 ribu.

Anak difabel, suami struk warga Perkotaan ini dapat BLT DD dan kursi roda
X
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mulai disalurkan. BLT DD tahap terakhir ini disalurkan dari bulan Oktober, November dan Desember senilai Rp.900 ribu. Pemerintah Desa Perkotaan, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menyalurkan BLT DD yang terakhir di tahun 2024, kepada 24 penerima manfaat. Hal itu disampaikan Kepala Desa Perkotaan Kasino, usai menyerahkan BLT DD dan satu unit alat bantu kursi roda di aula Desa Perkotaan, Selasa (17/12).

Dalam kesempatan itu Kepala Desa Kasino juga menjelaskan, pihaknya telah bermohon alat bantu jalan berupa kursi roda ke Dinas Sosial Kabupaten Langkat, melalui Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Secanggang untuk warga difabel atas nama Yuliyani (21) warga Dusun V Bantenan III Desa Perkotaan dan kursi roda tersebut turut diserahkan hari ini.

"Saya berharap BLT DD ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Terima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Langkat dan juga TKSK Secanggang yang telah membantu kursi roda untuk warga kami yang membutuhkan, karena keluarga ini memang sangat layak untuk dibantu, dulu saat berdomisili di Kabupaten Deli Serdang, keluarga ini pernah dapat PKH namun sejak pindah ke desa kami, bansos tersebut terhenti," ujar Kasino seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Selasa (17/12).

Untuk diketahui penerima alat bantu kursi roda Yuliyani ini merupakan anak ketiga dari pasangan Sebradi (62) dan Paini (49) berkebutuhan khusus sejak lahir seperti tidak bisa berjalan. Yuliyani ini juga tidak pernah bersekolah. Dalam aktivitas sehari-hari Yuliani mengandalkan kedua lutut untuk merangkak.

"Bawaan lahir, anak saya tidak bisa berjalan seperti orang normal dan tidak sekolah karena tidak mau. Terimakasih sama Dinas Sosial Kabupaten Langkat, sama TKSK juga. Dengan adanya kursi roda ini anak saya terbantu tidak merangkak lagi. Selama ini anak saya kalau mau keluar rumah agak jauh dibantu naik sepeda motor," ujar Paini menahan isak.

Sementara itu sejak sebulan terakhir ini Sebradi ayah Yuliyani jatuh sakit tubuh bagian kanan lemas seperti struk. Sakit tersebut tiba-tiba datang saat dia pulang kerja buruh tani. "Sekarang selain mengurus Yuliyani ya merawat suami yang struk dan tidak bisa bekerja lagi. Terima kasih juga atas bantuan uang tunai dari desa, saya merasa terbantu untuk meringankan beban ekonomi kami," kata Paini.

Menurut cerita Paini suaminya itu sakit bermula dari pulang bekerja memanen padi bersama para tetangga. Tiba di rumah dia merasa kelelahan dan lemas sampai sekarang lemas itu dirasakan Sebradi sehingga tidak bisa beraktivitas seperti sedia kala. "Sejak sebulan terakhir suami tidak bisa bekerja lagi, untuk kebutuhan sehari-hari kami dibantu keluarga, saya juga tidak bekerja takut meninggalkan suami, takut suami ada apa-apa di rumah," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Desa Kasino menyampaikan, kalau selama dua tahun ini sudah berusaha memindahkan data Paini dari Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang ke Kabupaten Langkat. Sejak dia pindah ke Desa Perkotaan, Kecamatan Secanggang sejak tahun 2022. "Alhamdulillah hari ini data DTKS nya sudah beralih ke Langkat. Dalam proses pemindahan tersebut keluarga Sebradi tidak menerima bantuan PKH sampai hari ini," ujar Kades .

Sementara itu operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation ( SIKS NG) Desa Perkotaan Tri Susanti mengatakan, pihak Pemdes Perkotaan terus berupaya agar bantuan PKH nya bisa kembali diterima oleh keluarga tersebut. Apalagi diketahui keluarga ini tinggal di rumah orang tua mereka. Keluarga ini tidak memiliki rumah sendiri, mereka menumpang di rumah orang tua.

"Atas persetujuan bapak kades, saya terus berupaya memindahkan DTKS nya ke Langkat berkoordinasi dengan operator SIKS NG Kabupaten Langkat secara online saya akan usulkan kembali, doakan usaha kami berhasil ya," ucap Susanti

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire