Arahan Prabowo stop tol baru, BPJT: Sudah berkontrak tetap lanjut
Presiden Prabowo Subianto memberikan Instruksi untuk menghentikan seluruh pembangunan proyek-proyek infrastruktur baru, termasuk jalan tol. Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sony Sulaksono Wibowo mengatakan pihaknya saat ini fokus pada proyek tol yang sudah berkontrak dan tengah berjalan (konstruksi), tetap akan dilanjutkan. Dalam wawancara bersama Radio Elshinta Kamis,19/12/2024, Soni menjelaskan proyek tol yang sudah berkontrak dan sudah masuk proses pelelangan akan tetap dilanjutkan, setidaknya untuk pembangunan periode 2025-2026.

Elshinta.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan Instruksi untuk menghentikan seluruh pembangunan proyek-proyek infrastruktur baru, termasuk jalan tol. Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sony Sulaksono Wibowo mengatakan pihaknya saat ini fokus pada proyek tol yang sudah berkontrak dan tengah berjalan (konstruksi), tetap akan dilanjutkan. Dalam wawancara bersama Radio Elshinta Kamis,19/12/2024, Soni menjelaskan proyek tol yang sudah berkontrak dan sudah masuk proses pelelangan akan tetap dilanjutkan, setidaknya untuk pembangunan periode 2025-2026.
"Proyek tol yang tengah dilelang diantaranya tol di Bali dan tol Getaci (Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap). Beberapa proyek tol yang prosesnya yang sedang tanda tangan kontrak seperti Tol Bogor-Serpong melalui parung yang kontraknya akan ditandatangani awal tahun 2025, karena sedang dipersiapkan sejumlah dokumennya terkait AMDAL. Serta proyel tol Bocimi yang kontruksinya sedang berjalan seksi 3, juga akan diteruskan" ujar Soni.
Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencontohkan proyek tol yang tidak berkontrak, namun telah masuk dalam rencana umum untuk pembangunan 2026 jalan tol ialah dari Cilacap-Pulonprogo(sambungan dari Getaci), belum ada arahan untuk dilanjutkan.
"Kami dari BPJT lebih fokus pada menjalankan yang sudah berkontrak dulu, arahan dari Presiden melalui Pak Menteri," tambahnya
Soni menjelaskan pihaknya masih menunggu penambahan proyek tol-tol berikutnya, dan pihaknya terbuka jika ada investor yang tertarik melalui prakarsa Badan Usaha untuk mengembangkan jalur-jalur tol yang masuk dalam rencana pembangunan untuk dikerjakan.
Sementara itu persiapan jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2025, Sony menjelaskan telah berkordinasi dengan pihak-pihak seperti Korlantas, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Kementerian Kesehatan. Menurut Sony, belajar dari pengalaman mudik tahun 2024 lalu, isu utama dari trend penggunaan jalan tol untuk mudik dan liburan adalah keselamatan, rest area hingga di gerbang tol.
"Kami minta operator jalan tol untuk memperbaiki kapasitas rest area, sementara di gerbang tol agar disiapkan alat portabel sehingga petugas bisa mendatangi mobil (jemput bola) untuk tapping tiket tol untuk mengurangi antrian. Perbaikan ruas jalan tol telah dihentikan 15 Desember agar bisa dimaksimalkan jelang libur panjang," tutup Soni.
Penulis : Dedi Ramadhani