Top
Begin typing your search above and press return to search.

Uang palsu di Gowa, Sulawesi Selatan direncanakan sejak 2010

Rencana pembuatan uang palsu di Gowa, Sulawesi Selatan berdasarkan keterangan yang diperoleh kepolisian sudah dimulai sejak Juni 2010 namun masih dalam taraf pengenalan. Hal ini disampaikan Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono dalam konferensi pers pengungkapan pabrik uang palsu di UIN Alauddin Makassar yang digelar di Mapolres Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis 19/12/2024.

Uang palsu di Gowa, Sulawesi Selatan direncanakan sejak 2010
X
ilustrasi uang palsu. (foto: freepik)

Elshinta.com - Rencana pembuatan uang palsu di Gowa, Sulawesi Selatan berdasarkan keterangan yang diperoleh kepolisian sudah dimulai sejak Juni 2010 namun masih dalam taraf pengenalan. Hal ini disampaikan Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono dalam konferensi pers pengungkapan pabrik uang palsu di UIN Alauddin Makassar yang digelar di Mapolres Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis 19/12/2024.

“Pada Juni 2010 tersangka masih dalam taraf pengenalan, kemudian rencana berlanjut di tahun 2011-2012. Rencana pembuatan uang palsu dimatangkan pada bulan Juni-Juli 2022, hingga berlanjut pada Oktober 2022 dengan membeli alat cetak dan memesan kertas, kemudian pada bulan Mei 2024 sudah mulai produksi,” jelas Kapolda Sulawesi Selatan.

Sekitar bulan Juni sudah berlangsung pertemuan antar para tersangka dan saling kerja sama dalam proses pembuatan dan menawarkan atau memviralkan melalui grup WA. Berlanjut di sekitar September 2024 para tersangka berkomunikasi dengan AI untuk mengangkut peralatan dan membuat uang palsu di TKP 2 (Perpustakaan UIN Alauddin Makassar).

Sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus peredaran uang di Gowa, Sulawesi Selatan dengan peran yang berbeda-beda. “17 orang ini perannya berbeda tapi peran sentralnya saudara AI kemudian juga saudara S, ada juga saudara ASS, ada juga yang masih DPO dan segera akan ditangkap juga," tegas Kapolda Irjen Pol Yudhiawan Wibisono.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Gowa Sulawesi Selatan juga ditunjukan beragam barang bukti yang telah diamankan. Di salah satu TKP yakni di UIN Alauddin Makassa ada sebanyak 98 barang bukti, berupa ratusan lembar mata uang Korea Selatan (KRW) dan mata uang Vietnam (VND). Selain itu ada juga mata uang rupiah dengan tahun emisi yang berbeda-beda.

Untuk mencetak uang palsu tersangka menggunakan mesin cetak khusus yang dibeli di Surabaya namun didatangkan dari Cina seharga Rp 600 juta. "Mesin cetak tersebut cukup teliti, karena jika kita lihat dengan sinar ultraviolet, muncul itu tanda-tanda air," ungkap Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda mengapresiasi kinerja kepolisian dalam mengungkap sindikat jaringan pembuat dan pengedar uang palsu. “Uang palsu yang ditemukan di sini ini seperti gunung es. Jadi permukaannya saja yang terlihat tetapi yang beredar mungkin sudah banyak," ungkap Rizki.

Rizki menambahkan, Bank Indonesia memastikan rupiah yang dicetak seperti lembaran 100 ribu memiliki lebih dari 10 fitur keamanan, mulai dari kertas berbahan khusus, benang pengaman, tanda air (water mark) dan electrotype, intaglio (teknik cetakan yang menghasilkan tekstur kasar pada uang) , rectoverso (gambar saling isi) , multicolour latent image yang sulit dipalsukan hingga microtext.

Penulis : Dwi Iswanto

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire