Top
Begin typing your search above and press return to search.

Denny JA meluncurkan enam prinsip spiritualitas pada Era AI

Seorang pemikir lintas disiplin, Denny JA, meluncurkan gagasan terbarunya yang bertajuk The Six Golden Principles of Spirituality in the Era of AI

Denny JA meluncurkan enam prinsip spiritualitas pada Era AI
X
Sumber foto: Radio Elshinta/ Rizky Rian Saputra

Elshinta.com - Seorang pemikir lintas disiplin, Denny JA, meluncurkan gagasan terbarunya yang bertajuk “The Six Golden Principles of Spirituality in the Era of AI” sebagai panduan dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI).

Menurut Denny JA, perkembangan spiritualitas kini menjadi keterampilan hidup universal, karena Prinsip ini mengintegrasikan spiritualitas dengan teknologi modern, menjembatani kebutuhan batin manusia dengan tuntutan dunia digital.

Denny mencontohkan perkembangan di Silicon Valley, pusat inovasi digital. Di sana menghadirkan ironi besar.

“Di tengah revolusi algoritma dan data, perusahaan seperti Google justru mendorong karyawan mereka untuk belajar mindfulness dan meditasi, sebuah cara untuk berhenti dan jeda di tengah hiruk-pikuk teknologi.“ ujar Denny JA di Jakarta, Sabtu (21/12/2024), seperti yang dilaporkan Reporter Elshinta Rizky Rian Saputra.

Di bawah ini 6 Prinsip Emas Spiritualitas untuk Era AI yang dirumuskan oleh Denny JA, berdasarkan studi mendalam selama 30 tahun dalam penemuan positive psychology, neuroscience, mempelajari tradisi anek agama.

1. Spirit Mengutamakan Persamaan Manusia, Ketimbang Perbedaannya.

Persamaan hakiki antar manusia lebih mendasar dibanding perbedaan agama atau keyakinan. Denny JA menegaskan bahwa spiritualitas modern harus menjadi alat membangun harmoni, bukan pemisah.

Persamaan ini adalah fondasi harmoni. Denny JA menegaskan bahwa spiritualitas modern harus menjadi alat untuk membangun jembatan, bukan tembok pemisah.

2. Warisan Agama Sebagai Kekayaan Kultural Milik Bersama

Setiap agama menyimpan pesan universal seperti cinta dan kebijaksanaan. Denny JA mendorong perayaan keberagaman ini sebagai kekayaan budaya umat manusia.

Dalam pandangan Denny JA, universalisasi pesan agama ini bukan berarti menghapus perbedaan, tetapi merayakan keberagaman sebagai kekayaan bersama.

3. Kebahagiaan dan Makna Melalui Riset Ilmu Pengetahuan

Melalui riset positive psychology dan neuroscience, manusia kini memiliki peta untuk mencapai kebahagiaan. Denny JA merumuskan formula 3P + 2S: Personal Relationship, Positivity, Passion, Small Winning, dan Spirituality sebagai kunci menuju hidup bermakna.

“Semua manusia, tanpa memandang agama atau ideologi, memiliki potensi untuk bahagia,” ujar Denny JA. Kebahagiaan, menurutnya, bukan puncak, tetapi perjalanan. Ini adalah warisan kolektif yang dapat diakses oleh siapa saja yang mau hidup secara sadar.

4. Pertarungan Menafsirkan Agama Yang Sesuai Hak Asasi Manusia

Teknologi AI memungkinkan eksplorasi tafsir agama secara mendalam, membimbing manusia memilih ajaran yang mendukung ilmu pengetahuan, menghormati HAM, dan membawa kedamaian

Denny JA melihat AI sebagai jendela baru untuk memahami sejarah tafsir agama. Namun, ia juga mengingatkan bahwa AI tidak menggantikan kebijaksanaan manusia.

“Pilihan tetap ada di tangan kita. Tafsir yang benar adalah yang membuat dunia menjadi rumah yang lebih baik bagi semua,” tegasnya.

5. Pemberdayaan Spiritual Individu, Berkurangnya Otoritas Ulama, Pendeta dan Biksu

Era AI memberikan kebebasan lebih bagi individu untuk menemukan jalan spiritual mereka sendiri. Dengan AI yang memungkinkan eksplorasi lintas teks dan sejarah agama, manusia kini memiliki alat untuk memutuskan paham dan nilai spiritual yang relevan dengan hidup mereka.

Ulama, pendeta, biksu, dan guru tetap berharga sebagai penjaga hikmah, tetapi otoritas mereka tidak lagi absolut. “Era ini memanggil kita untuk menjadi pemimpin spiritual bagi diri sendiri, dengan kebebasan yang juga menciptakan tanggung jawab baru,” ujar Denny JA.

6. Perayaan Hari Raya Aneka Agama Secara Sosial dan Lintas Iman

Hari raya agama-agama adalah lebih dari sekadar ritus keagamaan. Mereka adalah momen untuk merayakan kehidupan, cinta, dan makna bersama.

Esoterika Forum Spiritualitas, yang didirikan oleh Denny JA, memulai tradisi baru: merayakan hari raya lintas iman secara sosial.

“Masing-masing dari kita tidak perlu mengikuti ritus agama yang tidak kita yakini, tetapi kita dapat hadir sebagai sahabat, berbagi kebahagiaan dalam momen-momen suci itu,” jelas Denny JA.

Sehingga dengan The Six Golden Principles of Spirituality in the Era of AI, ia mengajak untuk hidup dengan harmoni, memahami keberagaman, dan berbagi makna di tengah kemajuan teknologi.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire