Top
Begin typing your search above and press return to search.

Ribuan anggota Jamaah Islamiyah deklarasi kembali ke pangkuan NKRI

Sebanyak 1.400 an anggota Al-Jamaah Al-Islamiyah (JI) wilayah eks Karesidenan Surakarta, Kedu dan Semarang mengikuti sosialisasi pembubaran organisasi dan ikrar kembali ke NKRI.

Ribuan anggota Jamaah Islamiyah deklarasi kembali ke pangkuan NKRI
X
Sumber foto: Agung Santoso/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 1.400 an anggota Al-Jamaah Al-Islamiyah (JI) wilayah eks Karesidenan Surakarta, Kedu dan Semarang mengikuti sosialisasi pembubaran organisasi dan ikrar kembali ke NKRI di Convention Hall Terminal Tirtonadi Solo, Sabtu (21/12/2024). Sosialisasi itu diselenggarakan guna memastikan semua anggota eks Jamaah Islamiyah mengikuti keputusan para pendiri dan amir kelompoknya pada 30 Juni 2024 yang bersepakat untuk membubarkan diri dan kembali ke pangkuan NKRI. Dalam hal ini Kapolri Jendral Polisi, Listyo Sigit Prabowo mengatakan membubarkan diri ini dengan ditandai deklarasi membubarkan diri.

"Apresiasi setinggi-tingginya BNPT, Densus, Kolaborasi luar biasa seluruh sahabat eks Jama'ah Islamiyah yang bekerja keras hampir 45 kali pertemuan," terangnya.

Momentum membahagiakan pihaknya di saat pengamanan natal dan tahun baru. Sangat membahagiakan eks jamaah islamiyah ini mendeklarasikan kembali ke pangkuan NKRI. Dan ia mengajak bersama-sama membangun bangsa lebih baik. Termasuk berterimakasih atas kerjasama semuanya, dimana nantinya setelah ini kembali menjaga komitmen yang telah dibangun.

"Saling mengingatkan, butuh keikhlasan bersama dan sinergitas," ujarnya usai deklarasi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Agung Santoso, Senin (23/12).

Pada kesempatan itu, Kepala Datasemen Densus 88, Irjen Sentot Prasetyo menyampaikan pidatonya. Ia mengungkapkan bahwa hasil dari deklarasi juga merubah ideologi ke 96 pondok pesantren yang terafiliasi dengan pemahaman JI. Pondok-pondok pesantren itu telah memutuskan untuk merubah kurikulum yang disesuaikan dengan kurikulum dari Kementerian Agama (Kemenag).

"Perubahan ini tidak hanya bersifat simbolis," tegas dia.

Irjen Sentot menuturkan, pihaknya telah membuat langkah nyata kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga dan sektor swasta untuk program pemberdayaan bagi anggota JI. Diantaranya, kolaborasi dengan Kemenag dalam mengkaji dan merevisi kurikulum ponpes, kolaborasi Kementerian Sosial (Kemensos), PT. Astra Internasional dan PT. Panasonic dalam rangka menambah kompetensi dan kolaborasi dengan Kementerian Pertanian untuk membuat kelompok tani di Subang Jawa Barat (Jabar) dan wilayah lainnya.

"Langkah-langkah ini adalah awal perjalanan panjang dari integrasi sosial yang berhasil. Kami percaya dengan kolaborasi yang lebih luas dan dukungan dari semua pihak, mantan anggota JI bisa menjadi produktif di masyarakat," kata dia.

Pada kesempatan itu, Mantan Dewan Suro JI Aris Iswanto menekankan, adanya pendamping dari pemerintah selama proses integrasi berlangsung. Hal itu menurutnya akan mengantisipasi adanya bullying kepada para eks anggota JI. Bahkan pihaknya juga meminta tidak ada bully-an terhadap mantan Jama'ah Islamiyah.

"Secara keseluruhan yang kami minta dari dulu adalah pendampingan untuk proses integrasi ini. Yang kami minta betul supaya jangan sampai ada bullying. Kalau bullying nanti efeknya yang sudah yakin jadi buyar lagi, dan itu akan merugikan negara," tutup dia.

Acara puncak sosialisasi itu juga ditandai dengan penyerahan buku 'Perjalanan Kisah Jemaah Islamiyah' karya Kepala Datasemen Densus 88, Irjen Sentot Prasetyo kepada salah seorang mantan anggota JI. Sosialisasi maupun deklarasi ini juga dihadiri oleh banyak petinggi negara. Disitu, para senior eks Jamaah Islamiyah ikut membacakan deklarasi, dimana mereka sepakat untuk kembali ke NKRI.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire