Pemkab Sukoharjo ujicoba konversi sepeda motor dinas BBM ke listrik
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah memulai program konversi kendaraan dinas dari Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik.

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah memulai program konversi kendaraan dinas dari Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik. Sebanyak enam unit kendaraan dinas konvensional diubah menjadi kendaraan listrik. Program konversi tersebut merupakan kolaborasi dengan Fakultas Teknik UNS sebagai tim teknis.
Sekda Sukoharjo, Widodo menngatakan, program konversi kendaraan dinas dari BBM ke kendaraan listrik merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengurangan emisi karbon dan mewujudkan green economy. Selain itu, penggunakaan listrik menggantikan BBM dinilai lebih efisien. Program telah diujicobakan pada sejumlah kendaraan dinas dengan teknik modifikasi kendaraan yang sudah ada.
"Motor dinas diambil dari sejumlah OPD dan saat ini sudah diserahkan kembali ke Pemkab Sukoharjo," kata Widodo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Selasa (24/12).
Dia menuturkan, Pemkab Sukoharjo melaksanakan program konversi lantaran menyesuaikan anggaran. Belum ada rencana pengadaan sepeda motor dinas untuk menggantikan kendaraan BBM pada Tahun 2025. Sehingga subsidi migrasi kendaraan listrik yang diimbau oleh pemerintah pusat digunakan untuk program konversi kendaraan yang sudah ada.
"Pemkab Sukoharjo bekerjasama dengan Fakultas Teknik UNS dalam inovasi program konversi sebagai pihak pemegang lisensi teknis," tambahnya.
Dilain pihak, Dekan Fakultas Teknik UNS, Wahyudi Sutopo menjelaskan, konversi sepeda motor konvensional BBM ke listrik akan memiliki dampak luas. Selain pengurangan emisi karbon, juga mempercepat pergerakan ekonomi hijau sejalan dengan mulai berkembangnya industri lokal berbasis green economy.