Top
Begin typing your search above and press return to search.

Ajakan gerakan lestarikan lingkungan,GSJA manfaatkan limbah untuk pohon Natal.

Menyambut  Natal 2024, keluarga besar Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Imanuel Boyolali Jawa Tengah membuat lima buah pohon Natal yang terbuat dari limbah rumah tangga.

Ajakan gerakan lestarikan lingkungan,GSJA manfaatkan limbah untuk pohon Natal.
X
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Menyambut Natal 2024, keluarga besar Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Imanuel Boyolali Jawa Tengah membuat lima buah pohon Natal yang terbuat dari limbah rumah tangga.

Gereja ini sengaja memanfaatkan momentum Natal untuk mengampanyekan kesadaran lingkungan melalui pembuatan pohon natal dari barang bekas.

Limbah rumah tangga yang dimanfaat di antaranya, botol bekas minyak goreng, plastik bekas, dan kain bekas dan juga daun.

Botol-botol plastik yang menjadi bahan utama salah satu pohon Natal dikumpulkan sejak awal Desember yang lalu. Dan sejak kemarin botol-botol yang sudah terkumpul sebanyak 400 botol dirangkai menjadi pohon Natal setinggi 2,5 meter dengan diameter 1 meter.

Pohon Natal lainnya dibuat dari plastik bekas yang dianyam pada rangka bambu setinggi 1,5 meter, serta dari kain bekas yang dirangkai menjadi bentuk unik dan menarik.

Pendeta Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Immanuel Boyolali, Krishandika Immanuel Raharjo Selasa 24/12 mengatakan, ide awal pembuatan pohon Natal ini muncul dari ajakan untuk berpartisipasi dalam gerakan pelestarian lingkungan atau go green.

"Tahun ini, kami mengangkat tema 'Menyala' untuk memanfaatkan barang-barang limbah yang ada di masyarakat. Ini juga sejalan dengan seruan Menteri Agama dan firman Tuhan agar kita menjaga kelestarian lingkungan," kata Kris Handika seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto.

Ditambahkannya, total ada tujuh pohon Natal yang dibuat dari barang bekas.

“Pohon-pohon natal tersebut dipajang di depan gereja, tepat di pinggir Jalan Pandanaran, Boyolali saat acara perayaan Natal pada hari Rabu sore hingga malam,” ucapnya.

Krishandika menjelaskan, selain menjadi simbol perayaan Natal, pohon-pohon ini juga menjadi sarana kampanye mengajak masyarakat turut serta menjaga lingkungan.

"Kami ingin menginspirasi masyarakat agar sadar bahwa upaya kecil seperti memanfaatkan barang bekas bisa berdampak besar untuk melestarikan bumi," terangnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire