Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kasus getok tarif, pemda dan pengusaha diminta lakukan ini

Pemerintah dan dan pelaku usaha pariwisata diminta untuk melakukan digitalisasi di sektor usaha pariwisata. Hal ini untuk meminimalisir kasus getok tarif yang meresahkan wisatawan dan mencoreng reputasi sektor pariwisata. Selain itu, pelaku usaha pariwisata dan industri yang terlibat di dalamnya, diminta untuk mencantumkan tarif jasa atau produk yang ditawarkan ke konsumen secara jelas

Kasus getok tarif, pemda dan pengusaha diminta lakukan ini
X
Joki penunjuk jalur alternatif di Puncak Bogor Jawa Barat getok tarif meminta maaf (Foto : Istimewa)

Elshinta.com - Pemerintah dan dan pelaku usaha pariwisata diminta untuk melakukan digitalisasi di sektor usaha pariwisata. Hal ini untuk meminimalisir kasus getok tarif yang meresahkan wisatawan dan mencoreng reputasi sektor pariwisata. Selain itu, pelaku usaha pariwisata dan industri yang terlibat di dalamnya, diminta untuk mencantumkan tarif jasa atau produk yang ditawarkan ke konsumen secara jelas.

"Sistem kita perbaiki, joki ini sudah ada jauh hari, harganya dibetulkan. Ini harus kita cari terobosasan baru, menjadikan online, pakai aplikasi, mereka tertuntun, daripada dia jadi perampok," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, Ashok Kumar, Rabu (25/12/2024), menanggapi kasus getok tarif joki jalur alternatif di Bogor yang viral.

Selain itu, Ashok juga mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan terhadap para pekerja di sektor pariwisata, agar memberikan pelayanan terbaik kepada para wisatawan yang datang ke daerahnya. Sehingga menjadi pengalaman dan kenangan yang berkesan dan tak terlupakan bagi wisatawan.

"Pemerintah harus hadir melakukan pembinaan-pembinaan. Mereka harus dikasih edukasi, joki-joki tersebut. Pada hari H mereka (pemda) jangan libur, mereka juga hadir dong, jangan semua diserahkan ke Polisi dan TNI saja pada hari-hari tertentu," ujar Ashok yang juga Korwil PHRI DKI & Jawa Barat.

Sementara itu, terkait aksi getok harga di rumah makan, Ashok merekomendasikan kepada pengelola atau pemilik untuk mencantumkan darftar harga (price list). Wisatawan diminta tidak segan-segan untuk menanyakan daftar harga, jika tidak tertera dalam menu.

"Untuk rumah makan, kalau tidak ada menu dan harga, kita sebagai konsumen, ya jangan makan dulu, ditanya dulu, jelas. Karena sekarang laundry saja per kilo semua jelas. Untuk harga-harga semua, pemda harus hadir!" tegas Ashok.

Ashok mengapresiasi kerja cepat kepolisian dan semua pihak, dalam merespon kasus getok tarif di Bogor Jawa Barat. Ashok berharap tindakan tersebut dapat menjadi pembelajaran dan tidak membuat kapok wisatawan.

"Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran," pungkas Ashok.

Penulis : Anton Rheandra

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire