Bus rombongan peziarah tabrak belakang truk di Tol Cipularang, dua tewas
Bus Wisata Mutiara Qonita yang membawa rombongan ziarah bernomor Polisi B 7363 NGA mengalami kecelakaan di ruas tol Cipularang KM 80 Jalur B (arah Bandung menuju Jakarta, Kamis, (26/12).

Elshinta.com - Bus Wisata Mutiara Qonita yang membawa rombongan ziarah bernomor Polisi B 7363 NGA mengalami kecelakaan di ruas tol Cipularang KM 80 Jalur B (arah Bandung menuju Jakarta, Kamis, (26/12).
Akibat peristiwa itu 2 korban meninggal dunia, 56 lainya mengalami luka-luka, di bawa ke Rumah Sakit Adul Radjak Purwakarta.
Subahri salah seorang korban selamat menyebutkan, peristiwa ini terjadi saat rombongan peziarah asal tangerang telah melaksanakan perjalanan religi dari daerah Panjalu dan Pamijahan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sementara saat akan pulang ke Tangerang dengan melintas ruas tol Cipularang, cuaca dalam kondisi gelap karena sudah larut malam. "Sehingga hampir semua penumpang tertidur lelap karena usai perjalaanan Jauh sejak Rabu lalu," ungkapnya.
Menurut Subahri, waktu di lokasi kejadian pengemudi telah berjalan ke kiri jalan dengan kecepatan tinggi, namun nahas tiba-tiba di depannya ada truk dan langsung menabrak bagian belakangnya.
Kerasnya benturan kecelakaan mengakibatkan bodi depan bis Wisata Mutiara Qonita ringsek, dua orang tewas 56 lainnya luka-luka.
Sementara menurut Kepala PJR Tol Induk Cipularang, Kompol Joko mengatakan, peristiwa ini terjadi dini hari tadi tepatnya di kecamatan Babakan Cikao Kabupaten Purwakarta, bermula saat bus wisata Mutiara Qonita dikemudikan Romyani (57) warga Bumi Puspita Asri B 11/1 Pagedongan Tangeng, membawa peziarah sekitar 60 penumpang.
Saat tiba di lokasi kejadian, bus tersebut telah menabrak bagian belakang truk yang ada didepanya dengan nomor Polisi B 9354 FYT berada di lajur satu, dikemudikan Supriyatna (40) warga Kampung Ciserang RT 06/02 Desa Ganda Mekar, Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta.
Akibat insiden ini, dua orang tewas yaitu Maulana (28) merupakan kernet dari bus wisata Mutiara Oonita, satu lainya seorang Ustad asal Tangerang bernama Sudarma (50).
Menurut Joko, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandi, polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan tersebut.
Namun untuk dugaan Sementara diduga pengemudi berkecepatan tinggi dalam keadaan mengantuk sehingga kurang antisipasi dengan keadaan disekitarnya.
Kasus kecelakaan ini sudah dilimpahkan ke Unit Gakum Satlantas Polres Purwakarta,