Jasad pemuda ditemukan mengambang di saluran irigasi Wilayah Tawangsari, Sukoharjo
Warga Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah melaporkan temuan jasad mengambang di saluran irigasi desa setempat, Senin (30/12).

Elshinta.com - Warga Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah melaporkan temuan jasad mengambang di saluran irigasi desa setempat, Senin (30/12). Jasad berkelamin laki-laki berusia sekitar 18 tahun ditemukan warga dalam posisi telungkup terbawa arus air yang tidak terlalu deras di saluran irigasi.
Salah satu saksi, Bento (37) mengatakan, jasad di saluran irigasi tersebut masih menggunakan pakaian lengkap berupa kaos berwarna hitam dan celana pendek. Ia bersama dengan beberapa saksi lain kemudian melaporkan temuan ke Polsek Tawangsari lalu mengevakuasi jasad.
Selaian tim evakuasi ada petugas kesehatan dari Puskesmas Tawangsari yang ikut dalam proses guna pemeriksaan fisik atau visum luar. Jasad diangkat dari air dan langsung dimasukkan ke kantong jenazah oleh tim evakuasi, sehingga saksi dan warga yang ada disekitar lokasi tidak mengetahui kondisi jenazah secata jelas.
"Mayat mengambang dan dalam posisi telungkup diangkat oleh petugas lalu langsung dimasukkan kantong mayat," kata Bento seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Senin (30/12).
Bento menuturkan, jasad di saluran irigasi ini diduga pelajar. Orangtua atau pihak keluarga datang untuk mengidentifikasi anaknya saat evakuasi. Belum bisa dipastikan penyebab kematian apakah kecelakaan atau korban tindak pidana karena jenazah langsung dibawa ke RSUD Ir Soekarno, Sukoharjo untuk proses otopsi.
Sementara, Pj. Kepala Desa Banmati, Tawangsari Paidi mengakui bahwa jasad di saluran irigasi tersebut adalah warganya, yakni warga Dusun Klenis, Desa Banmati, Tawangsari. Sebab, ada keluarga yang melaporkan hilang kontak dengan anaknya berinisial RAS (18).
Anak tersebut meninggalkan rumah pada Minggu (29/12/2024) dinihari dijemput oleh teman. Karena tidak kunjung pulang seharian, keluarga kebingungan mencari kabar setelah gagal dihubungi melalui telepon genggamnya. Sampai hari ini diminta mengenali mayat di saluran irigasi dan menegaskan bahwa jenazah tersebut adalah anaknya.