Top
Begin typing your search above and press return to search.

Sebanyak 9 desa di Kecamatan Polokarto dan Mojolaban diserang hama tikus

Lahan pertanian di sembilan desa di Wilayah Timur Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah diserang hama tikus. Serangan hama mengganas mulai awal masa tanam yang dibarengi dengan meningkatnya intensitas hujan.

Sebanyak 9 desa di Kecamatan Polokarto dan Mojolaban diserang hama tikus
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Lahan pertanian di sembilan desa di Wilayah Timur Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah diserang hama tikus. Serangan hama mengganas mulai awal masa tanam yang dibarengi dengan meningkatnya intensitas hujan. Dimana saat curah hujan tinggi, lahan-lahan pertanian di kawasaan timur Kabupaten Sukoharjo juga tergenang.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan, petani yang lahannya diserang hama tikus sudah melapor pada pihak penyuluh pertanian dimasing-masing desa. Dinas mengambil langkah pengendalian gerakan serentak membasmi hama dengan gropyokan atau pengemposan.

"Desa dengan serangan terparah didahulukan kemudian diikuti pada luasan lahan pertanian terdekat agar tikus tidak hanya berpindah tempat tetapi benar-benar mati," jelas Bagas seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Senin (30/12).

Dia menambahkan, saat ini gerakan pengendalian hama tikus sudah menyasar semua desa yang melaporkan terjadi serangan hama di Kecamatan Polokarto dan Mojolaban. Petani pemilik lahan terdekat dengan lokasi serangan diminta ikut mewaspadai meluasnya serangan dan melakukan penanganan sedini mungkin secara mandiri. Hal ini sebagai langkah antisipasi serangan mengganas pada tanaman padi dalam masa generatif atau pembesaran.

"Sementara lahan yang sudah dilakukan pengendalian serentak juga harus dikontrol oleh pemilik agar hama tidak kembali," imbuhnya.

Lebih lanjut Bagas Windaryatno menyebutkan, tikus menjadi ancaman petani saat musim penghujan karena lahan rawan tergenang banjir, habitat yang cukup disukai hewan pengerat tersebut. Populasi tikus juga cenderung meningkat setelah panen masa tanam sebelumnya.

Petani telah dilarang memasang jebakan tikus dengan aliran listrik karena membayakan. Sehingga pengendalian dengan cara manual yakni gropyokan tikus atau pengasapan petisida lebih dianjurkan. Dinas juga meminta petani yang lahannya diserang hama melapor untuk kemudian ditindaklanjuti dengan gerakan bersama atau gotong royong karena dinilai lebih efisien.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire