Top
Begin typing your search above and press return to search.

Air mineral vs air rebusan, apa bedanya dan mana yang aman?

Meskipun air mineral dan air rebusan sama-sama tampak jernih, keduanya memiliki kualitas yang berbeda. Lantas, mana yang lebih aman?

Air mineral vs air rebusan, apa bedanya dan mana yang aman?
X
Sumber foto: Elshinta.com

Elshinta.com - Selain air mineral, banyak masyarakat Indonesia masih mengonsumsi air rebusan setiap harinya. Namun, manakah yang lebih aman di antara keduanya? Perlu diketahui bahwa terdapat banyak manfaat air mineral bagi tubuh, salah satunya yakni membantu menjaga kesehatan kulit.

Namun, dari air mineral vs air rebusan, apa yang menjadi perbedaannya? Artikel ini akan membahas perbedaan air mineral vs air rebusan dan pilihan paling aman dari keduanya.


Air Mineral vs Air Rebusan, Apakah Perbedaannya?
Air mineral dan air rebusan umumnya sama-sama tampak jernih. Namun, penting untuk diketahui bahwa keduanya memiliki kandungan yang berbeda.

Air mineral adalah air yang bersumber dari pegunungan yang merupakan tanah yang sangat dalam sehingga mengandung mineral-mineral penting yang dibutuhkan tubuh, seperti magnesium, kalium, kalsium, dan lain-lain.

Sementara itu, air rebusan adalah air yang direbus dengan tujuan menghilangkan kuman-kuman yang terkandung di dalamnya agar airnya dapat dikonsumsi. Air rebusan ini bisa berasal dari mana saja, seperti air sumur, air hujan, air keran dan lain-lain.

Lantas, apakah air rebusan mengandung mineral? Hal ini tergantung dari sumbernya. Namun, tentunya air mineral mengandung lebih banyak mineral dibandingkan air rebusan karena diambil langsung dari pegunungan.

Perlu diketahui, air rebusan masih berpotensi mengandung kontaminan yang dapat membahayakan kesehatan karena tidak semua zat menghilang setelah direbus.

Misalnya, zat kimia tertentu seperti logam berat atau polutan tahan panas mungkin tidak langsung menghilang setelah direbus sehingga air rebusan mungkin masih mengandung zat berbahaya.

Sementara itu, air mineral yang telah melalui proses secara ketat, terlebih yang telah memperoleh izin edar BPOM, tentunya memiliki kualitas yang terjamin dan aman bagi kesehatan.


Air Mineral vs Air Rebusan, Mana yang Lebih Aman?
Dari penjelasan perbedaan di atas, dapat dilihat bahwa air mineral berasal dari sumber pegunungan yang tak terjamah manusia sehingga airnya murni dan mengandung mineral bermanfaat.

Di sisi lain air rebusan umumnya berasal dari sumber air dangkal yang dekat dengan aktivitas manusia dan pembuangan limbah. Air rebusan juga bisa berasal dari tadahan hujan.

Sebelum didistribusikan ke masyarakat, air mineral akan melalui proses yang panjang tanpa menghilangkan kemurnian dan mineral alami yang ada di dalamnya.

Untuk air rebusan, proses pengolahannya hanyalah dengan direbus hingga titik didih yang bertujuan menghilangkan mikroorganisme dan kontaminan dari air. Hal ini bahkan tidak menjamin dapat menghilangkan seratus persen kontaminan tersebut.

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa air mineral dinilai lebih aman dan menyehatkan bagi tubuh dibandingkan air rebusan. Terlebih lagi, air mineral mengandung mineral dari proses alami di sumber pegunungan yang bermanfaat bagi tubuh.

Selain itu, air rebusan tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi apabila sumber air tidak diketahui atau berisiko tercampur dengan kontaminan.

Meskipun sudah direbus, zat kimia mungkin masih berada di airnya dan jika dikonsumsi dalam waktu yang lama, hal tersebut justru dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh.


Ciri-Ciri Air Tidak Layak Minum
Agar tidak mengonsumsi air yang tidak layak minum dan bahkan membahayakan tubuh, Anda perlu mengetahui ciri-cirinya. Adapun ciri-ciri air tidak layak minum adalah sebagai berikut:


1. Warna Air Tidak Bening atau Keruh
Air minum yang layak konsumsi umumnya akan tampak jernih dan tidak berwarna. Jika air yang akan dikonsumsi keruh, bisa jadi terdapat kontaminan di dalamnya. Kemudian, jika warna air kecokelatan, mungkin air mengalir dari pipa yang berlumpur atau berkarat.


2. Berbau
Air minum yang layak konsumsi tidak memiliki bau apa pun. Jika air memiliki bau menyengat atau bau besi yang kuat, air mungkin sudah terkontaminasi logam berat dan berbahaya jika dikonsumsi.

Kemudian, bau menyengat juga bisa berasal dari klorin, yaitu zat kimia yang biasa dituangkan pada kolam renang untuk membunuh bakteri. Air yang mengandung klorin juga tidak kayak dikonsumsi.


3. Memiliki Rasa
Air yang memiliki rasa dalam konteks ini bukanlah air dengan perasa buah atau pemanis buatan, melainkan air yang memiliki rasa besi. Biasanya, air yang memiliki rasa logam memiliki pH di bawah 7 atau asam, sedangkan air yang layak konsumsi memiliki pH yang netral.

Tidak hanya itu, air bisa saja terasa seperti logam karena tercemar limbah logam atau mengalir di pipa berkarat.


4. Memiliki Endapan
Terakhir, air yang layak konsumsi tidak memiliki endapan. Endapan yang ada pada air mungkin berasal dari zat kimia yang mengendap. Jadi, sebaiknya hindari mengonsumsi air dengan endapan.

Demikian informasi tentang perbedaan air mineral vs air rebusan dan pilihan air yang lebih aman untuk kesehatan. Dalam memilih asupan cairan bagi Anda dan keluarga, pilihlah yang terbaik, bebas pencemaran, dan menyehatkan agar dapat memberikan manfaat bagi tubuh.

Sumber : 16

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire